Razia Tim GT-TPPO Tangsel Temukan Komputer Tablet Sarana Bisnis Prostitusi

oleh -
oleh
tim gt tppo kota tangsel

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Razia gabungan Tim Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT TPPO) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), temukan komputer tablet yang berisi foto wanita seksi dan video diduga diperdagangkan dengan nomor kode khusus di di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangsel, Jumat (27/8/2022). Dugaan bisnis prostitusi, Terrapis Spa Massage mengaku akan didenda Rp300 ribu, apabila tidak memberikan kepuasan pelanggaan.

Razia gabungan terdiri dari Satuan Polisi Pamong Pradja (Satpol PP), Dinas pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Kelurga Berencana (DP3AP2KB), Dinas Sosial (Dinsos) dan Polres Tangsel, berhasil mengamankan 40 orang dewasa, terdari dari 18 laki-laki dan 22 perempuan serta 503 botol miras dari beberapa tempat yang diduga sebagai tempat prostitusi

Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Perempuan DP3AP2KB Kota Tangsel, Hertina mengatakan, bahwa ditemukan Tab yang berisi foto-foto wanita seksi yang bisa dipilih melayani pelanggan Spa dan memberikan kepuasan, diperkuat lagi dengan ditemukan alat kontrasepsi (kondom).

“Benar, intinya ada peraturan dari manajemen spa itu sendiri ada indikasi pemaksaan, karena ada semacam denda bagi mereka yang tidak mau melayani tamu maka mereka didenda sebesar 300 ribu,” kata Ina kepada NasionalNews.id melalui telepon selularnya, Minggu (28/82022).

Menurut pengakuan para terapis, kata Ina, bahwa para terapis spa massage akan dikenai denda pihak manajemen Spa, apabila tidak memberikan kepuasan pada pelanggan dan menerima layanan birahi.

“Menurut pengakuan dari beberapa terapis antara lain adalah, apabila menolak keinginan pelanggan, misalkan ada pelanggan yang pernah dilayani oleh terapis dia terpuaskan dan ingin dilayani lagi maksudnya seperti itu, kalau layanan birahi itu inisiatif mereka sendiri,” terang Ina .

Ina menambahkan, bahwa manajemen Spa dalam proses pemeriksaan dugaan TPPO, maka tim gugus tugas akan menyerahkan persoalan tersebut pada pihak kepolisian yang tergabung dalam tim gugus tugas.

“Kami sudah melakukan koordinasi untuk tim gugus tugas bahwa akan dilakukan pemanggilan pihak manajemen untuk menindak lanjuti giat kemarin. Kalau memang sudah mengarah kesana tentunya akan kami serahkan pada tim gugus tugas salah satunya ada unsur Polres,” pungkasnya.

Kasi Penyidikan dan Penyelidikan pada Satpol PP Kota Tangsel, Mukhsin Al Fachri menuturkan, dalam Razia tersebut, pihaknya dan tim GT TPPO menyisir 3 titik lokasi yang berupa tempat pijat atau massage Spa dan penginapan di wilayah Alam Sutra.

“Dari 3 tempat, yakni 2 hotel dan 1 indekos, ditemukan barang bukti berupa kondom, Tab yang disinyalir berisi foto dan video dari wanita yang diperjualbelikan dengan nomor kode khusus, dan barang lainnya. Razia ini juga berhasil menjaring beberapa terapis, pengelola, pelanggan beserta alat bukti, berupa foto dan video wanita yang diberi tulisan best seller,” ujar Mukhsin.

Menurutnya, sebelum dilakulan penangkapan pihaknyan terlebih dahulu melakukan penyelidikan dan penyidikan ke beberapa tempat seperti hotel, indekos, spa dan penginapan yang diduga dijadikan sebagai tempat praktik prostitusi. Mereka yang terjaring dalam razia pada Jumat malam tersebut langsung digiring ke kantor Satpol PP Kota Tangsel untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Mereka yang terjaring, digiring ke kantor Satpol PP untuk dimintai data diri dan keterangan lain, dan diedukasi khusus tentang TPPO, dan apabila ada aturan yang dilanggar maka akan ada tindakan tegas,” uangkapnya.

Muksin menambahkan, Pemkot Tangsel melalu Tim Gugus Tugas TPPO telah melakukan banyak kegiatan pencegahan dan pengawasan TPPO dengan menyisir beberapa tempat yang diduga rawan terjadinya tindak pidana khusus ini.

“Razia-razia yang dilakukan selama ini, khususnya terhadap beberapa tempat yang digunakan untuk kegiatan prostitusi dan lainnya, yang membuat keresahan di masyarakat akan terus dilakukan oleh pihaknya sesuai amanat peraturan daerah serta perundang-undangan lainnya yang berlaku,” tandasnya. (Yuyu)

No More Posts Available.

No more pages to load.