NASIONALNEWS.ID JAKARTA – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menyoroti kiprah perempuan Indonesia yang terus menghidupkan semangat emansipasi dalam kehidupan nyata. Salah satunya tercermin pada sosok Dr. (C) Tuti Susilawati, S.H., M.H., C.Me, advokat perempuan kelahiran Kemanggisan, Jakarta Barat, yang kini juga menjabat sebagai Ketua DPD Jakarta Kongres Advokat Indonesia (KAI).
Di tengah kesibukannya memimpin organisasi advokat sekaligus menjalankan profesi sebagai penegak hukum, Tuti tetap konsisten menjalankan peran sebagai perempuan yang mampu menyeimbangkan tanggung jawab profesional dan kehidupan keluarga.
Dalam kesehariannya, Tuti berada di garis depan dalam memperjuangkan keadilan, baik melalui pendampingan hukum maupun perannya dalam organisasi. Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun tetap mengedepankan empati, menjadikan pendekatan hukum yang dijalankannya tidak hanya berorientasi pada aturan, tetapi juga nilai kemanusiaan.
Menurut Tuti, Hari Kartini bukan hanya tentang mengenang sosok R.A. Kartini, tetapi juga menjadi pengingat bahwa perempuan masa kini memiliki peluang besar untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang.
“Perempuan harus bisa berdiri sejajar, mandiri, dan berdaya, tanpa meninggalkan peran penting dalam keluarga,” ujarnya.
Sebagai Ketua DPD KAI Jakarta, Tuti juga aktif mendorong peningkatan kualitas advokat serta memperjuangkan profesionalisme di dunia hukum. Ia menilai peran perempuan dalam dunia hukum semakin strategis dan mampu memberikan perspektif yang lebih humanis dalam penegakan keadilan.
Perjalanan hidupnya menjadi inspirasi tersendiri. Berangkat dari Kemanggisan, Jakarta Barat, ia menapaki karier hingga menjadi advokat yang disegani sekaligus pemimpin organisasi. Ketekunan, disiplin, dan komitmen menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara karier dan kehidupan pribadi.
Di momen Hari Kartini ini, Tuti Susilawati mencerminkan wajah perempuan Indonesia masa kini—berani, cerdas, dan penuh dedikasi. Kiprahnya menjadi bukti bahwa semangat Kartini terus hidup dan berkembang melalui peran perempuan di berbagai lini kehidupan.











