NASINALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Soal keluhan kegagalan operasi katarak oleh keluarga pasien, pihak Rumah Sakit (RS) Mulya, Pinang, Kota Tangerang membantah kalau ada belasan orang yang gagal menjalankan operasi tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 17 orang dari berbagai daerah di Kota Tangerang mendaftarkan diri sebagai pasien BPJS untuk melakukan operasi katarak. Operasi yang berlangsung di hari libur tersebut rupanya malah memupuskan keinginan pasien untuk dapat melihat dengan jelas kembali.
Namun demikian pada Selasa, (5/2/2019) kemarin, Kadiv Humas dan Marketing RS Mulya, Ade Suhendi memberikan klarifikasi terkait korban yang mendapat perawatan medis di RS Mulya dengan pasin operasi Katarak.
“Menurut informasi tiga (yang melakukan pengangkatan bola mata),” jelas Ade.
Dirinya menampik keterangan dari pihak keluarga yang memberikan keterangan terdapat 15 orang yang gagal menjalankan operasi tersebut.
“Belum ada info sebanyak itu. Yang kemarin info dari RSCM sampai saat ini tiga,” ujarnya.
Ade juga memastikan kejadian kegagalan dalam operasi katarak yang dilakukan di RS Mulya bukan baru pertama kali ini saja. Namun demikian dirinya mengaku peristiwa kegagalan dalam operasi katarak baru kali ini terjadi.
“Ini kejadian baru pertama kali selama tahun 2018 sudah sekitar 700 orang dioperasi katarak di RS Mulya, tidak ada terjadi keluhan sedikitpun semua menjadi Sehat,” terang dia.
Menurut dia akibat insiden yang tidak diduga ini hingga saat ini pihak RS Mulya masih berupaya semaksimal mungkin memberikan pelayanan terbaik bagi keluarga pasien.
“RS Mulya dengan segala upaya sedang konsentrasi kepada penyelamatan pasien. Sedangkan untuk komplain kami tanggung sebagai resiko profesi,” ujarnya.
Dia menambahkan pada saat operasi yang dilakukan pada Minggu (27/1/2019) tersebut sebanyak 17 orang menjalankan operasi katarak.
“Tanggal 27 itu sebanyak 17 orang. Dari 17 orang yang dirawat di RSCM tapi untuk kata gagal tidak tepat. Karena terjadi komplikasi dan harus dirujuk ke RSCM sebanyak 10 orang. Yang fatal karena ada virus menurut dokter ada tiga orang, yang 7 sampai dengan Jumat (1/2/2019) masih dirawat di RSCM dan saya belum dapat info yang 7 masih dirawat atau diperbolehkan pulang,” tandasnya. (aput)






