NASIONALNEWS.ID, KOTA TANGERANG – Pengamat Hukum Tata Negara (HTN), Dian Eka Prastiwi mengatakan, pemerintah Kota Tangerang Harus Bertanggung jawab atas tercemarnya lingkungan di TPA Rawa Kucing lantaran belum terbangunnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di TPA Rawa Kucing Kota Tangerang.
“IPAL itu untuk mengelola air lindi. (Kalau sampai sekarang) Belum juga ada, berarti intinya Pemerintah Kota (Pemkot) itu bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan. Khususnya (masyarakat) yang di TPA Rawa Kucing,” ujar Dian, Jumat (15/8/2025).
Masih kata Dian, soal banyaknya industri yang diduga mencemari Kali Cisadane ia menyebut Pejabat terkait dapat dikenakan Pidana sesuai undang-undang yang mengatur.
“Di Undang-undang 32 tahun 2009, di dalam ketentuan Pasal 99 dan 98 itu, pejabat dapat dikenakan hukuman pidana maksimal 10 tahun, atau 10 miliar,” tuturnya.
Dian menyinggung soal APBD Kota Tangerang yang cukup besar, namun tak kunjung membangun IPAL
“Jika pencemaran itu menyebabkan kerugian pada manusia atau lingkungan. APBD Kota Tangerang itu kan lumayan besar. Kenapa sampai sekarang tidak juga membangun IPAL,” tegas Dian lagi.
Berdasarkan informasi, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih, Sachrudin-Maryono memiliki visi ‘Kota Tangerang yang kolaboratif, maju, berkelanjutan, sejahtera, dan berakhlakul karimah.
Sementara itu misi keduanya yakni, meningkatkan sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, dan berakhlakul karimah. Meningkatkan perekonomian kota yang inovatif, maju dan harmonis.
Selanjutnya, meningkatkan infrastruktur kota yang lengkap terintegrasi, mantap dan inklusif. Meningkatkan lingkungan hidup yang berkualitas. Dan, meningkatkan tata kelola pemerintahan yang kolaboratif, inovatif dan berintegritas.
Sebelumnya, Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) mendorong agar standar Tempat Pengolahan Sampah Akhir di Rawa Kucing segera terselesaikan.
“Standar TPA itu wajib pagar keliling area, jembatan timbangan truk harus ada, belum lagi IPAL Air Lindi. Kita butuh Kepala OPD yang sat-set, bukan yang sedikit-sedikit minta arahan Pimpinan, dan banyak drama,” tegas Kyan, Koordinator Kalung, dalam aksinya beberapa waktu lalu.









