Tak Lapor Satgas Covid-19, Penyalur PRT Pulangkan Pekerja Terpapar Corona

oleh -
cv mulya abadi min
Penampungan dan Penyalur pembantu rumah tangga (PRT) CV Mulya Abadi di Ruko Kalideres Indah 3 blok B no 20-21 Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat,

NASIONALNEWS.ID JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Penyalur Pembantu Rumah Tangga (PRT) tampung puluhan pencari kerja dari berbagai daerah. Bila pencari kerja yang ditampungnya kedapatan terpapar virus Corona, penyalur PRT langsung memulangkan ke kampung halamannya, tanpa melapor ke Satgas Covid-19 setempat.

Penyalur PRT berpendapat lebih baik dipulangkan untuk mencegah penularan Covid-19 dan tidak dilakukan isolasi atau karantina di penampungan. Klaster penampungan dan klaster perjalanan yang mengangkut penumpang terpapar virus Corona tanpa diketahui penumpang lainnya, dapat menjadi klaster baru Covid-19.

Baca juga : Gubernur DKI Jakarta Tutup Perusahaan Langgar PPKM Darurat

Direktur CV Mulya Abadi, Siti Mulyanah yang biasa disapa Yanah mengatakan, bahwa disini mempunyai alat rapid tes antigen untuk pencari kerja datang dari berbagai daerah dilakukan tes secara mandiri sebelum ditampung. Bila ada majikan atau pelanggan yang pesan membutuhkan PRT maka dilakukan tes ulang.

“Sebelum ditempatkan bekerja, PRT di tes swab PCR atau rapid tes antigen terserah maunya majikan, karena biaya tes dia yang menanggung. Biasanya kalau hasilnya positif langsung membatalkan pesanannya dan anak (PRT-red) yang positif Covid-19 langsung dipulangkan,” jelas Yanah kepada Nasional News di kantornya, di Ruko Kalideres Indah 3 blok B no 20-21 Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (4/7/2021).

cv mulya abadi
Dua Ruko tiga lantai, dijadikan penampungan dan kantor Penyalur PRT CV. Mulya Abadi di Ruko Kalideres Indah 3 blok B no 20-21 Jalan Peta Barat, Kalideres, Jakarta Barat.

Yanah mengaku, pencari kerja yang ditampungnya bila ada yang positif Covid-19, tidak dilakukan isolasi mandiri atau karantina, tetapi langsung dikembalikan ke kampung halamannya untuk mencegah penularan di tempat usahanya dan tidak melaporkannya ke Satgas Covid setempat.

“Kalau ada yang positif, kita gerak cepat langsung dipulangkan, jangan sampain yang lain tertular,” ujarnya.
Yanah menerangkan, bahwa salah satu PRT yang sebelum bekerja di rapid tes antigen hasilnya negatif dan setelah bekerja di tes swab PCR sama majikannya ternyata positif Covid-19, tetapi majikannya tidak mengembalikan PRT dan dilakukan isolasi mandiri.

“Ada juga majikan yang baik menerima dan PRT yang kena Covid, sebelum dipekerjakan dilakukan rapid tes antigen hasilnya negatif, setelah bekerja sama majikan di tes swab PCR ternyata positif dan anak (PRT-red) tidak dikembalikan, malah diurus dan diisolasi mandiri,” ungkap Yanah.

Menurutnya, dua Ruko tiga lantai dapat menampung puluhan orang dan dengan berlakunya PPKM Darurat, aktivitas tempat usahanya tutup pukul 20.00 WIB setiap harinya mengikuti peraturan pemerintah.

“Berlakunya PPKM Darurat, kita ikuti aturan pemerintah tutup sampai jam 8 malam,” tutupnya.

cv setia andhika jaya
Rumah tinggal dijadikan penampungan dan tempat usaha Penyalur PRT CV. Setia Andhika Jaya di Jalan Satu Maret nomor 18 Pinggir Rawa RT 01 RW 04 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Berbeda dengan Penyalur PRT CV Setia Andhika Jaya, calon pekerja ditampung sebuah rumah tinggal di Jalan Satu Maret nomor 18 Pinggir Rawa RT 01 RW 04 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Sekretaris CV Setia Andhika Jaya, Nur Amin mengatakan, bahwa sejak pandemi Covid-19 usahanya agak tersendat, PRT yang ditampung menumpuk karena kurangnya permintaan dari majikan atau pelanggan.

“Sekarang sepi majikan, kalaupun ada harus tes dulu, hasilnya negatif langsung bekerja, kalau positif ya pulang kampung,” pungkasnya

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan, tiga prioritas penganan pendemi Covid-19 di ibukota Jakarta selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Tiga prioritas yakni, menyelamatkan orang yang sudah terpapar, melindungi warga belum terpapar, agar jangan sampai terpapar serta menolong mereka yang kesulitan kebutuhan ekonomi,” tandasnya. (Rinto)

No More Posts Available.

No more pages to load.