NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Menuju Indonesia ramah stroke, Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) memiliki tiga konsep agar masyarakat Indonesia bebas dari penyakit stroke. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Yastroki
Ketua Umum Yastroki Mayjen (Purn) DR. Dr. Tugas Ratmono.Sp.N. MARS. MH di kegiatan acara Resep Kamisan di Pameran dan Penjualan Perumahan Tenjo di Central Park, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (25/1/2024).
Dr Tugas menjelaskan, Yastroki mempunyai tiga konsep agar masyarakat bebas dari penyakit stroke dan juga membutuhkan kalaborasi dengan pihak-pihak terkait.
“Ada tiga konsep supaya Indonesia bebas stroke, pertama, kita jalan penanganan stroke, kedua, kita jalan pulih stroke dan ketiga, membangun komunitas stroke berbasis mikro dari yang terkecil dari mulai diri sendiri, RT, RW, Kelurahan hingga Kecamatan,” jelasnya.
Agar penanganan penderita stroke lebih cepat, Dr Tugas juga mendorong pemerintah agar di setiap rumah sakit di Indonesia memiliki penanganan khusus untuk pasien stroke.
“Kita harus mendata, mulai dari masyarakat kalangan bawah sampai kalangan atas, berapa banyak penderita stroke yang ada di Indonesia. Setelah itu mendorong pemerintah agar di setiap rumah sakit menyiapkan penanganan khusus pasien stroke bertaraf internasional, dengan penanganan profesional terhadap para penderita stroke, supaya pasien lekas pulih kembali,” ungkapnya.
Dikesempatan itu pula, Dr Tugas juga menyarankan agar penderita stroke bisa masuk ke komunitas yang sudah dibentuk, agar mendapatkan informasi informasi yang bermanfaat.
“Kalau si penderita stroke bergabung di komunitas itu, maka dia akan lebih bersemangat, karena di komunitas itu bisa berbagi informasi, dan seperti yang diungkapkan penderita lainya, banyak yang lebih bersemangat untuk pulih kembali,” ujarnya.
Sementara di kegiatan Resep Kamisan tersebut, narasumber Muthia Purwanti memberikan presentasi resep bumbu dapur dan manfaat untuk warga yang terserang penyakit stroke.
Di kesempatan yang sama pula, Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) memberikan tips agar tubuh tetap bugar menyarankan masyarakat supaya melakukan aktifitas fisik selama 30 menit, sedangkan untuk istirahat membutuhkan waktu 6 sampai 8 jam.
Disesi terakhir Ketua Umum Yastroki memberikan bantuan satu buah kursi roda untuk penderita stroke.







