Bangunan Minimarket di Duri Kepa Diprotes Warga

oleh -
img 20210319 wa0014

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Warga RW 12 protes terhadap pembangunan yang akan diperuntukkan sebuah Minimarket di wilayah RW 10 Kelurahan Duri Kepa, Kecamatan Kebun jeruk, Jakarta Barat.

Dengan adanya pembangunan minimarket di lokasi tersebut, warga kuatir akan ber efek samping terhadap perekonomian para pedagang kecil yang ada di setempat.

Salah satu tokoh masiarakat setempat saat ditemui di rumahnya K, Siregar mengatakan, tentang adanya pembangunan Minimarket yang ada di lokasi RT 2/ RW 10, memang RW 10 dan RW 12, cuman berbatasan dengan Jalan Duri Mas Raya, efeknya terhadap para pedagang yang ada dilokasi tersebut sangat fatal bagi pedagang kecil, seperti yang ada ditempat lain, sehingga barang dagangan mereka banyak yang kladuarsa.

“Saya banyak bertannya sama teman- teman para pedagang kecil yang sudah dikelilingi oleh Minimarket mengenai penjualan barang dagangan mereka, sangat miris perasaan barang dagangan mereka banyak kladuarsa karena tidak laku, sehingga terbuang. Maka dari situ kami berpikir kalau itu sampai berdiri habis semua para pedagang kecil di daerah ini,” katanya, Kamis (18/3/21)

K. Siregar menambahkan, warga disini sudah menyampaikan surat protes terhadap Wali Kota, baik Citata, Camat Kebun Jeruk, Pihak UMKM, Lurah Duri Kepa, sebagai bentuk protes warga terhadap bangunan tersebut. Surat pertama dan kedua belum ada reaksi. Sampai surat ketiga baru bangunan itu disegel oleh Citata Jakarta Barat. Sebenarnya bagi warga disini tidak masalah, kalau, memang bisa dibangun sesuai aturan yang berlaku.

“Kami warga disini sudah mengirim surat sampai tiga kali terhadap instansi yang bersangkutan di wilayah Jakarta Barat, baru surat ketiga bangunan itu disegel oleh pihak Citata Jakarta Barat. Kami warga meminta jalankan sesuia aturan yang berlaku terhadap pembangunan tersebut,” lanjutnya

Lurah Duri Kepa Marhali saat dikonfirmasi diruangan kerjanya pada Kamis ( 18/3/21) mengatakan, surat warga memang benar ada tentang penolakan terhadap pembangunan minimarket dan memang ada sampai beberapa kali sampai di kantor ini, dan itu sudah di rapatkan di Kecamatan Kebun Jeruk sama Citata.

“Saya sudah terima surat dari warga tentang penolakan terhadap pembangunan tersebut, dan saya sudah pernah diundang rapat oleh Citata Kecamatan Kebun Jeruk mengenai surat tersebut, dan kesimpulan pada saat rapat tersebut sama Citata kita kembalikan sesuai aturan,” ujarnya saat dikantor Kamis ( 18/3/21)

Lurah Mahrali menambahkan, memang bangunan itu berdiri di wilayah RW 10. Tapi, RW 10 sama RW 12 cuman berbatasan dengan jalan, jelas efeknya itu sama warga RW 12, atas dasar protes warga tersebut, saya panggil RW 10 kalau penjelasan dari RW 10 warga sudah setuju, tapi saya bertannya apakah dirapatkan sama warga ? Jawapan RW tidak.

“Saya sudah panggil RW 10, menurut RW 10 tidak dirapatkan sama warga setempat, seharusnya RW itu undang warga setempat dan warga yang berdekatan pada lokasi tersebut, sosialisasi akan dibagun di lokasi Alfa mart, jangan karena berada dilokasinya sendiri tapi tidak memikirkan warga sebelah, kalau itu dirapatkan akan mendapatkan keputusan bersama sesama warga, kalaupun dibangun tidak akan ada protes dari warga karena keputusan bersama,” ungkapnya.

(Budi Beler)

No More Posts Available.

No more pages to load.