NASIONALNEWS.id, JAKARTA – Menghambat pelayanan masyarakat, warga RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Administrasi Jakarta Barat mendesak segera ada penyelesaian. Hal tersebut disampaikan beberapa warga ke nasionalnews.id.
“Sampai saat ini tidak ada kejelasan ketua RW sekarang. Dan ini sangat menghambat pelayan warganya.
Tolong diselesaikan, hal sepele ini,” kata RN warga RT 001/08 saat dihubungi nasionalnews.id, Rabu (23/7/2025).
RN juga menegaskan, penolakan para ketua RT terkait diadakan pemilihan ulang. Menurutnya suara RT adalah bukan suara warga.
“Apa dasarnya para RT menolak PSU ?, kan dia bukan mewakili suara warga, terus sampai kapan persoalan ini selesai ?, semakin berlarut maka persoalan ini akan menghambat pelayanan masyarakat,” ujar RN.
Ia juga mengatakan, kalaupun harus diadakan pemilihan ulang, dan apabila itu jalan yang terbaik, pihaknya sangat mendukung, agar persoalan tersebut lekas selesai.
“Pada intinya, kami berharap persoalan RW ini segara diselesaikan, meskipun harus ada pemilihan ulang, kami sangat mendukung,” katanya.
Ia juga berharap ada kebesaran hati sesama calon. Menurutnya imbas dari persoalan ini yang dirugikan adalah warganya.
“Saya berharap keduanya berbesar hati, kalaupun harus diadakan pemilihan ulang, karena untuk membangun wilayah dan pelayanan ke warga lebih baik lagi,” harapnya.
Sementara AW warga RT 09 meminta permasalahan tersebut harus segera diselesaikan dan ditetapkan ketua RW meskipun harus melalui pemilihan ulang, berdasarkan hasil jujur dan adil tidak ada rekayasa.
“Jika belum ada penetapan RW, ini sangat berpengaruh langsung terhadap layanan masyarakat, masa ada RT tapi tidak punya RW,” ujarnya.
Ia juga kurang setuju dengan penolakan beberapa RT saat diundang pihak kelurahan dengan diadakan pemilihan ulang.
“Yang jelas, yang disuarakan RT penolakan itu tidak mewakili suara warganya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan AS warga RT 010, permasalahan di RW 08 dia menganggap sangat menghambat segalanya.
“Ini sudah menghambat segalanya. Ibarat kata, kita berlayar tanpa nahkoda. Mao dibawa kemana warga RW 08, tampa ketua RW nya yang blom pasti ini,” ujarnya .
Masalah ketua RT yang tidak setuju dengan pemilihan kembali, menurutnya itu tidak mewakili suara warga.
“Yang jelas para RT yang tidak setuju, tidak mewakili suara warga,” tuturnya.










