Selama PPKM Darurat, Penghasilan Ojol dan Taksi Online Turun Drastis

oleh -
download

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA –  Sudah sepekan lebih PPKM darurat diberlakukan, Ojek Online (Ojol) dan Taksi Online mengeluhkan penghasilannya yang turun drastis hingga 75%. Hal ini di ungkapkan salah satu pengemudi ojol, Supri (nama samaran) yang mangkal di sekitar depan Mall Daan Mogot, Jakarta Barat. Ia mengeluhkan pendapatannya menurun drastis sejak diberlakukannya PPKM darurat. Dirinya mengaku penghasilannya sehari sekitar 20.000 hingga 50.000.

“ Sekarang lebih parah mas, saya bawa uang ke rumah untuk anak istri ga lebih dari 50.000. kadang kurang. Lah saya mau narik jauh bingung, Jalan pada di tutup, muter- muter ngabisin bensin, paling saya ambil go foodnya aja,” ujar Supri, Senin, (12/7/2021)

Supri, rumahnya yang  tidak jauh dari  Mall Daan Mogot itu berharap agar PPKM darurat tidak diperpanjang. Ia mengaku sebelum PPKM darurat penghasilannya agak lumayan walaupun masih vandemi.

“ Dulu sebelum PPKM darurat ini, penghasilan saya agak lumayan mas, walaupun masih vandemi, karena saya berani narik jauh, lah sekarang jalan jalan ditutup, gimana mau narik jauh,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan Rohman , salah satu pemgemudi taksi online. Rohman yang tinggal di sekitar Semanan, Jakarta Barat, mengaku berprofesi sebagai driver Grab. Di smart phonenya  ada dua aplikasi selain Grab. Namun menurutnya masih belum membantu mendapat penghasilan.  Karena penumpang dan sopir harus memiliki Surat Tanda Regietrasi Pegawai ( STRP).

“ Sekarang bagaiman ga berkurang penghasilan saya, jalan-jalan sebagian ditutup, sopir dan penumpang harus punya STRP, nah kalau yang ga punya kan ga bisa lewat. Harus cari jalan muter muter, kan ngabisin bensin,” kata Rohman kepada Nasionalnews.id.

Rohman berharap kepada pemerintah agar Ojol dan Taksi Online dapat pengecualian, tidak harus memliki STRP, cukup menunjukan aplikasi driver yang digunakan, dan Sertivikat Vaksin sehingga bisa leluasa beroperasi.

“ Ya saya berharap pemerintah mau mendengar keluhan Ojol dan taksi Online. Kami-kami ini tidak perlulah menggunakan STRP, cukup tunjukin Sertivikat Vaksin dan aplikasi driver saja, sekalipun harus menggunakan, ya dibuat mudahlah cara pembuatannya,” tutur Rohman.

Sementara itu di tempat terpisah, terkait beredarnya rumor prngemudi Ojol dan Taksi Online harus memiliki STRP,  Asosiasi Pengemudi Ojek Online di Jakarta Pusat, Presidium Nasional Garda Indonesia mengaku keberatan dengan adanya kebijakan ini.

“Kami kemarin sudah sampaikan dan  berkomunikasi dengan Staf Khusus Menteri Perhubungan dan menolak kebijakan tersebut bagi driver ojol diberlakukan STRP, kita juga sudah komunikasi dengan dirjen perhubungan darat dan mengatakan untuk dilakukan pengecualian bagi driver ojol,” kata Igun Wicaksono Ketua Presidium Nasional Garda Indonesia saat dihubungi.

Di samping itu, dirinya mengatakan pihak Dishub telah menyetujui apa yang telah disampaikan oleh komunitas driver tersebut.“Kalau dari perhubungan kemarin telah menyampaikan sudah menyetujui dan dikecualikan tidak menggunakan SRTP dan yang wajib menunjukan surat itu penumpang saja, yang pengemudi hanya menunjukan aplikasinya saja,” paparnya.

Menurutnya, aspirasi tersebut disampaikan berdasarkan suara dari teman-teman driver ojol yang bergabung dan bekerja di lapangan dan mengaku sangat keberatan dengan adanya kebijakan ini.

“Kami kan disini hanya mitra, dan kami pun pengemudi termasuk pekerja esensial yang bertugas dalam melayanani masyarakat untuk membantu mereka  yang beraktifitas wfh atau wfo,” pungkasnya. ( Adek S.)

No More Posts Available.

No more pages to load.