71 Ribu Satuan Pendidikan Akan Dapat Program Revitalisasi dari Kemdikdasmen Tahun Depan

oleh -
img 20260104 wa0564

NASIONALNEWS.ID, Medan – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menjalankan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Program Digitalisasi Pembelajaran sebagai program prioritas nasional.

“Pemerintah telah  mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk revitalisasi dan pembangunan sekolah baru pada 16.171 satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.

Pernyataan ini disampaikannya dalam Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 yang berlangsung di SMK Negeri 7 Medan, Sumatera Utara pada Ahad (4/1/2026).

“Lebih dari 85 persen revitalisasi tersebut kini telah selesai dan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.”

Abdul Mu’ti mengemukakan pemerintah menyiapkan alokasi APBN guna melanjutkan revitalisasi terhadap sekitar 11.744 satuan pendidikan pada 2026.

Selain itu ditargetkan penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan penerima revitalisasi, sehingga pada 2026 sedikitnya 71.000 satuan pendidikan memperoleh dukungan program ini.

“Pendidikan berkualitas hanya dapat terwujud dengan dukungan sarana prasarana yang layak serta pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ucapnya.

Sementara itu pada 2025 Provinsi Sumatra Utara (Sumut) terdapat 897 satuan pendidikan penerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran Rp852,49 miliar bagi  jenjang pendidikan.

Berdasarkan progres pelaksanaan, 39% satuan pendidikan telah menyelesaikan revitalisasi dengan progress 100%.

Kemudian, sebanyak 13,8% lainnya pada progres 95%-99% dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian.

“Khusus di Kota Medan, bantuan revitalisasi diberikan kepada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,41 miliar,” ujarnya.

“Pemerintah menargetkan seluruh proses revitalisasi satuan Pendidikan di Kota Medan dapat diselesaikan paling lambat akhir Januari 2026 agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembelajaran,” tuturnya.

Pemerintah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui Program Digitalisasi Pembelajaran.

Pada 2025 Kemendikdasmen telah mendistribusikan 288.865 Papan Interaktif Digital (PID) ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Di Provinsi Sumatra Utara, sebanyak 17.073 PID telah diterima oleh satuan pendidikan dan akan dimanfaatkan mulai semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Sementara itu, di Kota Medan, sebanyak 2.047 PID juga telah didistribusikan ke berbagai jenjang pendidikan guna mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan adaptif.

Abdul Mu’ti mengutarakan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran merupakan dua pilar utama transformasi pendidikan nasional.

“Melalui revitalisasi dan digitalisasi, kami ingin memastikan sekolah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ucapnya.

Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution menyampaikan apresiasi kepada Kemendikdasmen atas dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran yang berlangsung di provinsi tersebut.

Percepatan revitalisasi sarana dan prasarana sekolah serta penguatan digitalisasi pembelajaran menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pemerataan akses di seluruh wilayah Sumut.

“Program revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran sangat penting untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan,” ujarnya.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Utara berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaannya.”

Kepala SMKN 7 Medan, Herawati Lubis mengemukan hal yang sama dan berterima kasih kepada Kemendikdasmen atas dukungan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran di sekolah tersebut pada 2025.

SMKN 7 Medan menerima bantuan revitalisasi senilai Rp3,17 miliar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.

Selain itu memperoleh dukungan Digitalisasi Pembelajaran berupa perangkat pembelajaran digital yang memperkuat proses belajar mengajar berbasis teknologi.

“Melalui dukungan dua program tersebut, SMKN 7 Medan berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pendidikan vokasi, khususnya pada program keahlian akuntansi dan manajemen bisnis, serta memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri,” tuturnya.

“Dengan jumlah peserta didik lebih dari 2.000 siswa, kami siap memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan lulusan memasuki dunia kerja.”

Apresiasi lainnya juga disampaikan oleh Kepala Sekolah UPT SDN 067253 Medan Deli, Evayanti.

Dia mengungkapkan sebagai salah satu satuan pendidikan penerima bantuan sarana sanitasi dari Kemendikdasmen.

Hal ini berupa pembangunan dua unit toilet, masing-masing untuk murid putra-putri disabilitas dan toilet umum.

Dia berharap bantuan ini dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kualitas lingkungan belajar di sekolah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, serta Mendikdasmen, Bapak Abdul Mu’ti atas bantuan yang telah diberikan kepada sekolah kami. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga sekolah,” tuturnya.

“Kami bersyukur dan bangga menerima bantuan pembangunan toilet yang lebih layak, baru, dan higienis. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta semangat belajar murid.”

Kemendikdasmen terus mendorong pemerataan kualitas pendidikan serta percepatan pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing.

No More Posts Available.

No more pages to load.