Tim Investigasi Ungkap Fakta Rusuh Fayet Asmat

oleh -
oleh
Kerusuhan
Tim Investigasi ungkap fakta Rusuh, Rabu (29/5) poto: yeri/nasionalnews.id/nabire.

NASIONALNEWS.ID, NABIRE – Tim investigasi gabungan Kodam XVII/Cenderawasi menemukan fakta baru terkait penyerangan salahsatu pendukung calon legislatif (caleg) pada Senin (27/5/2019) lalu, di Distrik Fayet, Kabupaten Asmat, Papua.

Diketahui, penyerangan yang menyebabkan satu warga terluka dan empat tewas tertembak oleh Serka Fajar yang terpaksa melepaskan tembakan, lantaran terpojok dikepung ratusan massa pendukung salahsatu caleg.

Menangapi hal itu, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, Pangdam XVII/Cenderawasi membentuk tim investigasi gabungan yang melibatkan instansi terkait.

“Tim investigasi itu melibatkan, Korem 174/ATW, Pomdam, Kumdam dan Kesdam XVII/Cenderawasi, Polda Papua. Juga Komnas HAM RI perwakilan Papua dan Papua Barat. Investigasi itu dipimpin langsung oleh Danrem 174/ATW, Brigjen TNI R Agus Abdurrauf,” terang Aidi, Rabu (29/5/2019).

Aidi menambahkan, pada investigasi itu, tim gabungan menemukan beberapa fakta umum, seperti jumlah anggota pos Ramil yang pada pemberitaan sebelumnya berjumlah emat orang. Namun pada kenyataannya hanya ada tiga anggota.

“Jumlah anggota pos Ramil awalnya diberitakan ada empat. Tapi nyatanya hanya ada tiga, yaitu Serka Fajar, Serda Reftob dan Kpd Eko. Sendangkan satu orang lagi adalah anggota Babinkamtibmas Polsek Fayet Briptu Dimas,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Aidi, objek pengerusakan bukan kantor Distrik, melainkan hanya rumah seorang anggota DPR bernama Hamdayani. Sedangkan massa tak berhasil masuk ke area kantor Distrik karena dihalu oleh tiga orang anggota pos Ramil.

“Warga yang melakukan penyerangan seluruhnya berasal dari luar Kampung Fayet yang datang secara mendadak dengan menggunakan perahu fiber dan speed boat, sedangkan seluruh warga Fayet bersembunyi mengamankan diri,” ungkapnya.

Saat menghadan massa yang terus merangsek masuk ke area perkantoran, tiga anggota pos Ramil hanya berbekal satu senapan SS-1, sedangkan lainya tanpa senjata. Saat massa semakin mendesak, Serka Fajar yang pada saat itu memegang senapan mengeluarkan tebmbakan peringatan keatas. Namun massa semakin beringas dan menyerang Serka Fajar.

“Serka Fajar bergerak mundur sambil menodongkan senjata hingga terpojok di sudut bangunan kios milik Saudara Sofyan. Setelah tidak bisa bergerak ke mana-mana Serka Fajar terpaksa mengeluarkan tembakan yang mengakibatkan jatuhnya empat korban jiwa dan satu orang luka tembak dibagian lengan,” paparnya.

Setelah melakukan tembakan Serka Fajar beserta anggota pos Ramil lainnya mengamankan diri ke arah pemukiman warga Kampung Fayet dan diamankan oleh warga kampung setempat.

“Ketiga anggota pos Ramil beserta keluarganya telah dievakuasi ke Meraoke dalam rangka tindakan pengamanan pada selasa (28/5) pagi hari sebelum tim investigasi tiba sehingga belum bisa diminta keterangan, rencana tim investigasi akan melanjutkan kegiatan ke Merauke untuk mendapatkan keterangan dari ketiga anggota tersebut,” terangnya.

Sementara, Bupati Asmat, Ellisa Kambu menegaskan, soal isu peralihan suara Bupati selaku ketua partai, dari caleg satu kepada caleg lain tidak mendasar. Lantaran seorang Bupati atau Kepala Daerah tidak punya kewenangan untuk mencampuri hasil pileg.

“Penetapan hasil Pileg sepenuhnya adalah kewenangan dan tanggung jawab KPU dalam pengawasan Baswaslu. Bukan Bupati,” tegas Ellisa Kambu.

Memimpin proses rekonsilasi, Ellisa Kambu mengatakan, bahwa seluruh pihak menerima segala akibat dari peristiwa tersebut dan saling memaafkan, juga saling menghormati.

“Keluarga korban dan pihak TNI sudah saling sepakat. Namun proses hukum tetap dilanjutkan dengan menjunjung tinggi hukum positif yang berlaku di negara hukum RI,” tukas Ellisa Kambu.

Sekedar diketahui, saat dilakukan olah TKP ditemukan beberapa barang bukti, berupa enam butir selongsong di sekitar posisi terakhir Serka Fajar terpojok, Kampak dengan gagang sepanjang 1,5 m dan tongkat besi tergeletak sekitar 1 m dari posisi Serka Fajar, sebuah anak panah tertancap di langit-langit kios di atas kedudukan Serka Fajar dan sebuah anak panah tersangkut pada kain celana dagangan kios. (yeri tarima/04)

No More Posts Available.

No more pages to load.