Gula Kelapa Pantai Congot Tembus 30 Ton Pasokan per Bulan

oleh -
img 20260725 wa0167

NASIONALNEWS.ID, KULON PROGO – Pantai Congot di Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, tak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari berpasir hitam yang berada di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. Kawasan pesisir ini juga menjadi salah satu sentra produksi gula kelapa yang mampu memasok hingga 30 ton setiap bulan ke berbagai kota di Pulau Jawa.

Keberadaan industri rumahan gula kelapa tersebut telah berlangsung secara turun-temurun. Salah seorang pedagang gula kelapa, Ijam (45), mengatakan produk yang dipasarkannya berasal dari para perajin di wilayah Congot Selatan, kawasan yang berada di sekitar Pantai Congot.

“Gula kelapa hasil pengrajin warga ini didatangkan dari Congot Selatan yang berada di kawasan perbatasan Jogja dan Purworejo,” ujar Ijam saat ditemui, Sabtu (25/7).

Menurutnya, distribusi gula kelapa rutin dilakukan ke Yogyakarta, Semarang, dan sejumlah kota di Jawa Tengah. Dalam sebulan, total pasokan yang dikirim mencapai sekitar 30 ton, dengan setiap pengiriman rata-rata satu ton menyesuaikan kapasitas kendaraan.

“Rata-rata dalam satu bulan kami memenuhi pasokan gula kelapa sekitar 30 ton. Sekali angkut hanya satu ton sesuai tonase kendaraan,” ungkapnya usai membongkar muatan di Pasar Kolombo, Jalan Kaliurang Km 7, Yogyakarta.

img 20260725 wa0158

Namun, musim kemarau mulai memengaruhi produktivitas pohon kelapa. Ijam menjelaskan jumlah buah kelapa yang dihasilkan menurun cukup signifikan dibandingkan musim hujan.

Saat musim penghujan, satu tandan kelapa dapat menghasilkan sekitar 12 buah atau lebih. Sementara pada musim kemarau, jumlahnya turun menjadi sekitar enam buah, sehingga berdampak pada ketersediaan bahan baku gula kelapa.

Pantai Congot sendiri berada di sisi timur muara Sungai Bogowonto yang menjadi batas alami antara Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Selain menjadi kawasan wisata yang dekat dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), wilayah ini juga dikenal sebagai kawasan pesisir dengan mata pencaharian utama masyarakat di sektor perikanan, perdagangan, dan industri gula kelapa.

Kabupaten Kulon Progo selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gula kelapa dan gula semut berkualitas. Bahkan, Gula Kelapa Kulon Progo telah memperoleh sertifikat pelindungan Indikasi Geografis (IG) dari Uni Eropa. Pengakuan tersebut menjadi tonggak penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia berbasis kekayaan intelektual.(Ridar)

No More Posts Available.

No more pages to load.