Belum Diresmikan Ambrol Proyek 12,499 Miliar Taman Jaletreng 2 Tangsel

oleh -
oleh
taman jaletreng 2

NASIONALNEWS.ID TANGERANG SELATAN – Belum diresmikan Taman Jaletreng 2 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rusak parah akibat longsor. Akibat curah hujan tinggi, Proyek senilai 12,499 Miliar yang belum lama selesai dikerjakan ambrol, lantaran di bagian tebing banyak yang tidak dilapisi turap.

Kerusakan parah Taman Jaletreng 2 meliputi, lantai permukaan pedestrian taman yang hancur berantakan serta pagar besi pembatas kali yang roboh dan material tanah yang berada di tepian kali ikut tergerus dan amblas. Hal ini akan mengakibatkan molornya peresmian Taman Jaletreng 2 Tangsel.

Kontraktor pelaksana proyek, Joko mengatakan, bahwa longsornya Taman Jaletreng 2 Kota Tangsel terjadi saat terjadi hujan deras.

“Mungkin karena di pinggiran kali, di bawahnya nggak tahu apa ada mata air atau apa ya. Jadi saat turun hujan deras, memengaruhi lapisan tanah di bawah sampai terjadi longsor,” kata Joko di lokasi, Selasa (29/3/22).

Menurutnya, sebelumnya longsor sudah diprediksi bakal terjadi, sebab selain kondidi tanahnya labil, banyak pula bagian tebing di sana yang tak dilapisi turap dan ditambah hujan deras hampir tiap hari belakangan ini.

“Sekarang kita lakukan pemadatan, gelar batu, terus kita cor lagi,” pungkasnya.

taman jaletreng 2 tangsel

Taman Jaletreng 2 dibangun menggunakan pagu anggaran APBD tahun 2021 senilai 12,499 miliar. Dari data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tangsel diketahui, pengerjaannya dilakukan PT Adli Urdha yang beralamat di Griya Serang Asri, Cipocok Jaya, Kota Serang.

Sementara, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) Kota Tangsel menyerahkan sepenuhnya proses perbaikan pada pihak kontraktor. Ditargetkan, beberapa hari ke depan prosesnya telah selesai.

“Ini kan dalam masa pemeliharaan kontraktor, jadi dikembalikan ke sana,” terang Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) DSDABMBK Kota Tangsel, Eka Wibawa.

Eka mengklaim , pergeseran tanah hingga memicu longsoran di lokasi terjadi secara alamiah tanpa ada unsur kelalaian pembangunan. Kini perbaikannya akan dikerjakan sebagaimana proses pembangunan awal.

“Nggak ada, memang kondisi lahannya kan labil. Kalau sheet pile nya itu sudah kuat,” jelasnya.

Dia mengakui, terdapat sisi tebing sepanjang sekira 80 meter di sana yang belum dibangun turap. Hal itu terjadi lantaran minimnya anggaran yang dialokasikan pada tahun 2021. Eka menyebut, akan meminta penganggaran kembali pada tahun 2022 ini.

“Jadi nanti proyeknya itu dilanjutin di tahun ini (2022). Penganggaran kemarin itu (2021) kan ada pengurangan untuk recofussing, jadi belum bisa diturap semuanya,” tandasnya. (Yuyu/Hambali)

No More Posts Available.

No more pages to load.