NASIONALNEWS.ID, TANGERANG – Inspeksi mendadak (sidak ) Wali Kota Tangerang Arif R.Wismansyah ke Kantor Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Jalan dan Tata Air Wilayah Timur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ( PUPR) dinilai setingan sebuah pencitraan, Kamis (3/11/2022).
Dalam sebuah aplikasi tik tok, Walikota Tangerang mendapati tidak adanya daftar hadir bagi PNS di kantor UPTD , Selain itu, Arief juga menyoroti soal manajemen stok barang untuk perbaikan jalan dan drainase di wilayah kerja UPT tersebut.
Dalam aplikasi tik tok tersebut, Arief menghubungi kepala kantor UPTD dan menanyakan soal daftar hadir PNS. Dan tidak ada pegawai di kantor yang bisa menunjukkan daftar hadir.A rif sempat mengancam kepala UPTD karena dinilai tidak bisa mengatur anak buahnya.
“Kalau kamu enggak bisa ngatur anak buah, kerja berantakan gini, nama kamu yang saya bikin keselip. Ini bagaimana administrasi kantor berantakan begini,” kata Arif melalui sambungan telpon.
Selain menyoroti absen, Arif juga menyoroti soal manajemen stok barang untuk perbaikan jalan dan drainase di wilayah kerja UPTD tersebut.
Menanggapi aksi Walikota tersebut, Ketua LSM GP2B, Umar Atmaja, menilai aksi Sidak tersebut terkesan hanya settingan pencitraan dan hanya modus untuk meningkatkan follower Tit Toknya Walikota saja.U mar menduga, sidak yang dilakukan oleh Walikota itu sudah direncanakan.
“Sidak kemarin itu kayanya sudah direncanakan, inspeksi setingan,” ujarnya.
Umar juga mengatakan, sidak yang dilakukan Walikota Tangerang kemarin selain terkesan hanya pencitraan dan setingan, temuan inspeksinya juga hanya terkait dengan absensi dan kartu stok barang persediaan.
“Seharusnya Walikota juga melakukan inspeksi ke Kantor Dinas PUPR, jangan ke UPT. Kemudian yang ditelepon juga jangan kepala UPT saja, tapi Kadis PUPR juga,” ungkapnya.
Umar menduga, Arif, terobsesi banyaknya vidio kepala daerah yang viral sedang inspeksi.
“Terus terang, saya merasa malu melihat video sidak Walikota kemarin, saya melihat seolah-olah pak Wali ini terobsesi dan meniru video-video kepala daerah lain yang beredar di medsos untuk melakukan sidak dan melakukan interogasi kepada pegawai, bahkan terlihat sangat emosional,” tutur Umar.
lebih lanjut, Umar memperkirakan akan ada sidak lanjutan, dengan settingan dan tempat yang berbeda. Seperti sidak ke lokasi proyek pembangunan jalan atau bangunan, terus melihat ada pekerjaan yang kurang bagus atau tidak sesuai speksifikasi, lalu ada yang ditendang-tendang oleh Wali kota.
“Kayanya akan ada sidak lanjutan nih, kalau kemarin hasil sidak Cuma tentang absensi dan kartu stok barang, selanjutnya kayanya pak Wali akan sidak proyek jalan atau bangunan, terus pak Wali menemukan pekerjaan yang tidak sesuai, terus pak Wali marah-marah dan ada benda yang ditendang, kita tunggu saja video sidak selanjutnya,” ungkap Umar.
Masih kata Umar, seharusnya Walikota melakukan sidak pada pelaksanaan program-program bantuan kepada masyarakat, untuk dapat memastikan apakah bantuan-bantuan tersebut sudah tepat sasaran dan apakah jenis bantuan yang diterima masyarakat sudah sesuai dari jenis barang maupun jumlahnya.
“Dalam video sidak kemarin, pak Walikota mengatakan kepada pegawainya saat sidak agar para pegawai bekerja dengan benar, dan PNS itu digaji dari uang warga. Pada kesempatan ini dapat saya katakan bahwa pernyataan pak Walikota tersebut juga berlaku untuk dirinya. bahwa sebagai Walikota, Pak Arif juga harus bekerja dengan benar, gaji Walikota juga berasal dari warga, dan bapak harus bertanggung jawab kepada masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya. (Yuyu)






