Pemkab Demak Diminta Tindak Pedagang Langgar Jam Operasional Pasar Mranggen

oleh -
Pasar Mranggen
Nampak para pedagang masih buka melewati batas jam operasional Pasar Mranggen.

NASIONALNEWS.ID, DEMAK – Dinilai kurang serius dalam mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Pemerintah Kabupaten (pemkab) Demak diminta tegas oleh warga Kabupaten Demak, Angga.

“Pemkab Demak kurang serius dalam mencegah penyebaran virus corona ini. Hal itu dibuktikan dengan adanya pembiaran kepada para pedagang pasar mranggen yang melanggar kebijakan Pemkab Demak soal batasan jam operasional pasar,” ujar Angga.

Angga menambahkan, seharusnya dalam hal ini Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Pemkab Demak dapat memberikan sanksi kepada para pedagang yang membandel. Kata Angga, sanksi tersebut dapat diberikan sesuai Standar Operasional (SOP).

“Dalam memberikan sanksi Dindagkop Pemkab Demak dapat melakukan tiga tahapan. pertama surat peringatan ke satu, dua, sampai dengan tiga. Apabila pedagang masih membandel Dindagkop dapat melakukan tindakan tegas seperti penutupan toko,” terangnya.

Menurutnya, penutupan toko sementara terhadap pedagang yang bandel merupakan suatu tindakan tegas yang semestinya dilakukan oleh Pemkab Demak dalam pencegahan penyebaran covid 19.

“Jika pedagang beralasan untuk cari makan itu sudah pasti. Tapi berbicara pandemi covid 19 ini seluruh rakyat Indonesia merasakan dampaknya. Namun, perlu diketahui Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo telah menyalurkan ribuan bantuan sosial,” tegasnya.

Angga berharap Pemkab Demak tidak hanya memikirkan nasib perut segelintir pedagang. Tapi, Pemkab Demak juga harus memikirkan keselamatan warga Kabupaten Demak agar terhindar dari covid 19.

Sementara itu, Koordinator Pasar Mranggen Sholekan saat ditemui, Rabu (8/7/2020) mengatakan dirinya telah melakukan himbauan kepada pedagang soal aturan jam operasional pasar saat Pandemi covid 19. Bahkan, dirinya juga mengaku telah memberikan teguran secara lisan kepada para pedagang yang melanggar.

“Jam operasional pasar dimulai dari jam enam pagi sampai jam dua belas siang. Dengan demikian saya juga mengetahui masih ada beberapa pedagang yang melanggar jam operasional ini,” ujarnya.

Pasar Mranggen
Koordinator Pasar Mranggen, Sholekan (batik cokelat sisi kanan) saat mendampingi tim Dinas Perdagangan dan Koperasi Pemkab Demak, Rabu (8/7/2020).

Sholekan menambahkan, dirinya hanya dapat memberikan teguran kepada para pedagang yang melanggar jam operasional. Kata dia, yang berhak memberikan sanksi tegas yaitu Satpol PP Pemkab Demak dan bagian hukum.

Seperti dilansir dindagkopukm.demakkab.go.id edisi 30 Juni 2020, Dindagkop Pemkab Demak memberlakukan pembatasan jam operasional pasar rakyat di Kabupaten Demak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 12.00 WIB. Dimulai sejak 12 Juni 2020 sampai dengan 9 Juli 2020.

Selain itu, akses masuk pasar satu pintu dan akses keluar pasar satu pintu juga diberlakukan serta melaksanakan protokol kesehatan yaitu diantaranya, pedagang dan pengunjung wajib memakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum dan sesudah beraktifitas atau berjualan.

Bagi pedagang wajib membersihkan tempat dagangan dengan disenfektan sebelum dan setelah berjualan. (angga)