Pengelolaan Anggaran Diminta By Design, Kemendagri: Pakainya Mesti Bermanfaat Bagi Masyarakat

oleh -
img 20260207 wa0368

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta pengelolaan anggaran dilakukan by design yakni direncanakan, dilaksanakan, dan dikawal hingga tahap pertanggungjawaban.

“Pengelolaan anggaran ini merupakan momentum untuk mendorong pertumbuhan dan penggunaan anggaran yang bisa dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat melalui pemerintahan daerah,” kata Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah (Dirjen Bangda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud.

Pernyataan ini disampaikannya pada acara ‘Bangda Awards’ di Gedung Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Bangda Kemendagri, Jakarta pada Jumat (6/2/2026).

Bangda Awards memberikan penghargaan atas pengelolaan anggaran.

Pada saat yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kinerja Ditjen Bangda Tahun 2026 oleh Dirjen, Sekretaris, dan para Direktur di lingkungan Ditjen Bina Bangda Kemendagri.

Restuardy Daud mengemukakan pada 2026 anggaran Ditjen Bina Bangda Kemendagri meraih peningkatan dibanding 2024 menjadi Rp459 miliar.

Dari jumlah ini realisasi anggaran tahun 2025 mencapai 99,6%.

“Karena itu, saya berharap tahun 2026, minimal pencapaiannya 99,7,” ujarnya.

Menyoal pengelolaan anggaran, ucap Restuardy Daud, mengingatkan tentang arahan Presiden Prabowo Subianto tentang mewujudkan negara yang sejahtera.

Konsep ini memandang pemerintahan berperan melindungi dan menjamin kesejahteraan sosial-ekonomi warganya melalui penyediaan pendidikan, layanan kesehatan, dan asuransi sosial, dan jaminan hari tua.

“Sistem ini bertujuan menciptakan persamaan kesempatan, pemerataan pendapatan, dan keadilan,”ujarnya.

Restuardy Daud melanjutkan arahan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian tentang keperluan kompetensi dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN).

ASN perlu melaksanakan tugas yang diberikan secara profesional.

“Seharusnya kita semua komitmen terhadap semua tugas yang diberikan kepada kita. Ini saya ingatkan kepada kita semua,” ujarnya.

Manajemen sumber daya manusia (SDM) menilai dua bentuk karakter yakni kompeten dan loyal.

Kompeten berarti mampu mengerjakan tugas secara baik.

Untuk loyal berarti mampu melaksanakan apa yang menjadi tugasnya.

Kompetensi dapat dibangun melalui serangkaian pelatihan, seminar, dan sebagainya.

Sementara itu loyalitas dapat dibangun melalui pemberian motivasi.

ASN yang baik adalah yang kompeten dan loyal.

“Inilah pekerjaan rumah masing-masing atasan untuk membangun loyalitas. Kalau soal kompetensi bisa dibangun dengan memberikan pelatihan. Tapi khusus loyalitas hanya bisa dilakukan dengan cara memotivasinya,” tuturnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.