Wedyastuti: Sedang di Dalami Terkait Obat Kadaluarsa Puskesmas Kamal

oleh -349 views

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Terkait kasus dugaan penyalah gunaan obat kadaluarsa yang diberikan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Wedyastuti saat dikonfirmasi sedang mendalami.

“Tim kami sedang proses mendalami kejadian ini,” jelasnya melalui pesan singkat, Jum’at (16/8/2019) malam.

Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes DKI Jakarta, Dr. Weningtyas berjanji akan segera mengkonfirmasi kebenaran tersebut.

“Berita ini baru saya terima sore kemarin. Saat ini sedang kami minta kronologisnya dari Pukesmas kecamatan dan kelurahan terkait,” ujarnya.

Sebelumya Korban Novi Sri, warga Kelurahan Kamal Muara RT.007/001, Kecamatam Penjaringan, Jakarta Utara ketika itu, Selasa (13/8/2018) lalu bersama Bayu Randi (suaminya) datang ke Puskesmas Kelurahan Kamal Muara memeriksakan kehamilan istrinya yang masuk pasa kurang lebih 4 bulan. Ketika korban hendak minum obat yang diberikan oleh pihak petugas Puskesmas tersebut, ternyata diduga obat dan vitamin tersebut sudah kedaluwarsa.

Kuasa Hukum Pasien, Pius Situmorang mengatakan, pada tanggal 13 Agustus 2019 lalu, Novi diantar oleh Bayu Randi (suaminya) untuk memeriksakan kehamilannya yang masuk sekitar 4 bulanan ke Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Namun ternyata korban diberikan beberapa obat vitamin.

“Setelah sampai di rumah, diminumlah obat dan vitamin yang diberikan oleh pihak puskesmas.
Setelah minum obat tersebut tidak lama kemudian perut korban terasa sakit lalu muntah-muntah dan kepala pusing,” kata Pius Situmorang, Jumat (16/8/).

Merasa panik, suami korban langsung membawa kembali istrinya ke puskesmas, sekaligus mempertanyakan obat yang diduga kadaluarsa tersebut.

“Ketika istrinya sedang diperiksa, sekaligus kami pertanyakan terkait obat yang dikasih pada Selasa 13 Agustus 2019 lalu. Petugas Puskesmasnya juga mengakui kalau obat yang diberikan itu sudah kadaluarsa. Petugasnya juga mengakui kelalaiannya,” ujar Pius.

Selanjutnya, kata Pius, pihak puskesmas pun langsung merujuk Novi ke RS BUN. Di sana, Novi diberikan obat untuk dikonsumsi. Namun, obat tersebut ditahan oleh kepala Puskesmas Kamal Muara.

“Kalau mau dapat obat, suami pasien harus menandatangani pernyataan untuk tidak menuntut puskesmas terkait kelalaian yang dilakukan. Suaminya tidak mau tanda tangan, jadi sampai sekarang obatnya tidak diberikan. Padahal Novi membutuhkan obat itu,” kata Pius.

Suami korban, didampingi kuasa hukumnya, akhirnya Rabu (15/8) kemarin melaporkan pihak managemen Puskesmas Kelurahan Kamal Muara ke Polsek Penjaringan, Jakarta Utara dengan Nomor LP 940/K/VIII/2019/SEK PENJ. (Budi B)

HUT RI Ke 74 PDAM Tirta Benteng