NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengemukakan adopsi teknologi artificial intelligence/AI (kecerdasan artifisial) dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas di sektor-sektor tersebut.
Contohnya, sektor pangan dapat memanfaatkan AI untuk mengoptimalkan hasil pertanian dan ketahanan rantai pasokan.
“AI mampu membuat pertanian lebih presisi, melakukan prediksi logistik dengan tepat, serta melakukan pemantauan secara konsisten,” katanya Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria.
Pernyataan ini disampaikannya dalam acara White Paper Launch: Accelerating AI Adoption in Indonesia di Jakarta Pusat pada Kamis (29/1/2026).
“AI mampu membuat pertanian lebih presisi, melakukan prediksi logistik dengan tepat, serta melakukan pemantauan secara konsisten.”
Kemudian, sektor kesehatan dapat mengadopsi teknologi AI secara intensif untuk meningkatkan akses dan kualitas perawatan kesehatan.
“AI dapat melakukan diagnosis dini dan pemantauan kesehatan secara personal,” ujarnya.
Pada sisi lain dari sektor pendidikan, AI dapat membuat pengalaman belajar lebih menarik dengan personalisasi pada platform pembelajaran.
Selain itu teknologi AI juga dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi dalam pelayanan publik.
Nezar Patria mengapresiasi penerbitan ‘Laporan Accelerating AI Adoption in Indonesia’.
Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adopsi AI di tengah lanskap digital yang berkembang pesat.
“Laporan ini menyajikan wawasan yang melampaui analisis, memberikan arahan yang bermakna untuk mengubah penelitian dan ide menjadi adopsi AI praktis,” tuturnya.
Laporan Accelerating AI Adoption in Indonesia diharapkan bisa mendorong pelaku industri mampu memimpin adopsi AI di sektor-sektor kunci.
Investor siap mendukung peningkatan inovasi menjadi solusi siap pasar, serta akademisi terus membina talenta digital masa depan untuk kemajuan AI di Indonesia.







