Hampir 2 Juta Siswa SMP Jalani TKA Hari Ini, Kemdikdasmen: Jika Berhalangan Bisa Susulan Bulan Depan

oleh -
img 20260407 wa0464

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) menyebutkan berdasarkan data sementara, sebanyak 1.899.878 peserta telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia pada hari pertama, Selasa (7/5/2026).

“Kami bersyukur pelaksanaan TKA hari pertama berjalan dengan baik. Ini adalah hasil kerja bersama banyak pihak, mulai dari sekolah, guru, pengawas, hingga tim teknis di pusat dan daerah,” kata Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Pelaksanaan TKA hari pertama ini dimulai secara serentak pada pukul 7.00 WIB sampai 15.30 WIB yang terbagi dalam empat sesi.

Sesi pertama diikuti oleh 700.532 peserta, sesi kedua diikuti oleh 675.330 peserta, sesi ketiga diikuti oleh 419.391 peserta, dan sesi terakhir diikuti oleh 104.625 peserta.

Sebelumnya, Kemdikdasmen telah menyediakan beragam pilihan sesi pelaksanaan sesuai kondisi masing-masing sekolah.

Dengan pengaturan waktu yang lebih merata diharapkan seluruh murid dapat mengikuti asesmen dengan rasa aman, nyaman, dan percaya diri.

“Bagi peserta yang berhalangan mengikuti TKA pada pelaksanaan saat ini, terutama karena terdampak bencana atau kondisi kahar lainnya, Kemendikdasmen memberikan kesempatan untuk mengikuti TKA susulan yang dijadwalkan pada Mei 2026, sehingga seluruh peserta tetap memperoleh hak yang sama dalam mengikuti asesmen,” ucapnya.

Kemendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga orang tua dan peserta didik, atas dukungan dan partisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan TKA hari pertama ini.

Keberhasilan pelaksanaan ini tidak hanya ditentukan oleh kesiapan sistem pusat, tetapi juga oleh strategi pengaturan di tingkat satuan pendidikan.

Kolaborasi bersama menjadi kunci agar pelaksanaan TKA dapat berlangsung semakin baik.

“Kami percaya bahwa ini adalah proses belajar bersama. Dengan kolaborasi dan saling memahami, kita dapat menghadirkan sistem evaluasi yang semakin baik untuk anak-anak kita,” ucap Toni Toharudin.

No More Posts Available.

No more pages to load.