KKN UAD VII.C.1 Ajak Warga Plempukan Pilah Sampah Botol Plastik

oleh -
kknuad

NASIONALNEWS.ID, KULON PROGO — Sampah plastik kerap dianggap sebagai persoalan besar yang sulit diselesaikan. Padahal, perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana, seperti tidak membuang botol plastik sembarangan dan memisahkannya dari jenis sampah lainnya.

Semangat itulah yang dibawa mahasiswa KKN Reguler Periode 159 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VII.C.1 di Dusun Plempukan, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mahasiswa KKN membuat sekaligus memasang tempat sampah khusus botol plastik di lingkungan dusun tersebut, Minggu (6/9/2026). Program ini ditujukan untuk mengajak warga mengenali jenis sampah, membiasakan pemilahan, serta mulai mengelola sampah plastik dari lingkungan tempat tinggal.

Langkah tersebut dinilai penting karena plastik masih menjadi salah satu jenis sampah yang banyak dihasilkan. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), komposisi sampah plastik secara nasional mencapai sekitar 20,16 persen pada 2025.

 

Program yang dilakukan mahasiswa KKN UAD tidak sekadar menyediakan tempat untuk membuang sampah. Pemanfaatan botol bekas sebagai bagian dari tempat sampah juga menjadi pesan bahwa barang yang dianggap sudah tidak berguna masih bisa dimanfaatkan kembali.

Di Dusun Plempukan, tempat sampah khusus botol plastik diharapkan dapat mendorong kebiasaan baru di tengah masyarakat. Warga diajak untuk tidak lagi mencampurkan botol plastik dengan sampah lainnya.

baksampah

Perubahan tersebut memang dimulai dari hal kecil. Satu orang memilah satu botol, kemudian satu keluarga mengikuti. Jika dilakukan secara konsisten dan semakin banyak warga terlibat, sampah plastik yang sebelumnya langsung dibuang dapat dikumpulkan untuk kemudian dikelola atau berpotensi didaur ulang.

Kehadiran tempat sampah khusus botol plastik di Plempukan bukan semata-mata untuk menambah fasilitas kebersihan. Lebih jauh, fasilitas tersebut diharapkan menjadi pengingat agar masyarakat semakin terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan.

Program KKN juga tidak seharusnya berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan dan kembali ke kampus. Tempat sampah yang sudah dibuat perlu dimanfaatkan dan dirawat secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Sebab, fasilitas kebersihan tidak akan memberikan dampak besar jika hanya dibuat lalu dibiarkan. Hal yang lebih penting adalah perubahan perilaku masyarakat dalam menggunakannya dan menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

Melalui pemanfaatan botol plastik bekas, KKN UAD VII.C.1 menunjukkan bahwa langkah sederhana bisa menjadi awal perubahan. Dari satu botol yang dipilah, dapat tumbuh kebiasaan baru untuk mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya soal tersedianya tempat sampah. Kepedulian dan kebiasaan baik masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan. (Jat/KKN UAD Unit VII.C.1)

No More Posts Available.

No more pages to load.