Presma IAIN Madura Serukan Mogok Bayar UKT, Ini Alasannya

oleh -
img 20210714 wa0075

NASIONALNEWS.ID, PAMEKASAN – Keluarnya surat edaran dari Rektor IAIN Madura tentang pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada semester ganjil 2021, presiden mahasiswa (Presma) IAN Madura dan seluruh pemerintahan Republik Mahasiswa IAIN Madura mengintruksikan mogok bayar UKT.

Saat ditanyakan alasan mengintruksikan mogok bayar UKT, Syaiful Bahri Presma IAIN Madura menyampaikan bahwa suarat edaran yang dikeluarkan rektorat masih banyak hal yang masih belum jelas.

“Pada surat edaran tentang pengumuman pembayaran dan pemotongan UKT yang mana disitu banyak poin poin yang masih belum jelas, karena sifatnya terlalu general hanya merujuk pada surat edaran UKT yang semester kemarin,” kata Syaiful Bahri, Rabu (14/07/2021).

Padahal, kata Syaiful Bahri, surat edaran tahun kemarin hanya berdasarkan angkatan saja dan bukan berbicara semester. Seharusnya ada kejelasan lebih lanjut tentang hal itu.

“Kami juga menuntut terhadap pemberlakuan pemotongan UKT bagi mahasiswa baru, karena pada tahun kemarin juga berlaku bagi mahasiswa baru di pengumumannya tapi pada realitanya tidak ada, maka kami menuntut pihak pimpinan agar mahasiswa baru juga bisa merasakan pemotongan UKT,” ujarnya.

Mahasiswa jurusan MPI itu juga mengatakan, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sudah bekerja sama dengan seluruh Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melakukan musyawarah dan sepakat untuk mengirimkan surat kembali sehingga bisa melakukan audiensi secara virtual yang insyaAllah akan dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2021 mendatang.

Ia menuntut, dalam kejadian ini pimpinan kampus dapat memberikan kebijakan yang berpihak kepada mahasiswa.

“Semoga pihak pimpinan tidak menutup telinga dari keluh kesah mahasiswa yang memang disampaikan oleh seluruh ormawa. Mereka bergergerak bukan tanpa alasan, tapi menyanding data dari mahasiswa IAIN Madura secara umum,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa (Sema) IAIN Madura mengtakan, penetepan perihal UKT pada semester ganjil ini adalah suatu keputusan yang kurang bijak oleh pimpinan kampus IAIN Madura.

“Surat edaran itu sama dengan potongan semester kemarin, sedangkan situasi covid-19 sekarang ini semakin parah yang tentunya sangat berpengaruh signifikan terhadap ekonomi masyarakat hususnya Madura,” kata Rohim sapaan karibnya.

Bahkan, kata Rohim, dengan adanya kebijakan PPKM tentu membatasi kegiatan masyarakat yang membuat masyarakat tidak bisa melakukan apa-apa, maka dirasa sudah seharusnya pimpinan memberikan tambahan potongan UKT dan kouta internet serta memberikan pemotongan UKT juga kepada mahasiswa baru.

“Dengan adanya kebijakan PPKM harusnya tidak membuat mahasiswa dan orang tuanya malarat, tetapi saling membantu dengan bijak dalam kondisi PPKM seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut Rohim mengatakan, pengawalan pembayaran UKT untuk mahasiswa baru akan terus berjalan, dan pemotongan untuk Pascasarjana jangan ditiadakan.

“Kami akan terus mengkawal dan melakukan mediasi, berdiskusi serta terus mengkaji dengan serius prihal UKT 2021 ini,” imbuhnya.

Reporter: Kholisin Susanto

No More Posts Available.

No more pages to load.