Maju Lewat Jalur Independen, Alumni USU Ingin Rubah Kota Medan

oleh -
oleh
Jalur Independen
Memiliki tekat dan niat merubah Kota Medan, Zulfikar Siregar berencana maju Pilkada 2020 lewat jalur independen, poto: ist/nasionalnews.id/kota medan.

NASIONALNEWS.ID, MEDAN – Alumni Universitas Sumatera Utara (USU) tahun 1995, Zulfikar Siregar siap dan berkompetisi melalui jalur independen pada bursa pencalonan Walikota Medan 2020 mendatang.

Memang, tidak ada yang tidak mungkin jika seseorang bertekat dan bersungguh-sungguh untuk mewujudkan apa yang diniatkan. Hal ini jugalah yang dinilai menjadi pedoman bagi Zulfikar yang berkeinginan Kota Medan, menjadi kota yang bebas macat tanpa lampu merah, bebas banjir dan terang-benderang di malam hari, tanpa membebani PLN.

Lahir di Medan, 49 tahun silam, pria bernama asli Ir. H. Zulfikar Khaidirsyah Siregar ini telah bertekad maju di kontestasi politik, khususnya Pilkada Kota Medan. Zulfikar bersama sahabat dekatnya juga sudah membentuk tim yang solid guna meraih dukungan masyarakat.

Dalam acara silaturahim dan Soft Launching ZKS Untuk Medan satu Independen, di Hotel Sakka Medan, Minggu (21/7/2019). Zulfikar pun memaparkan kenekatannya maju sebagai bakal calon Walikota Medan periode mendatang, dari jalur independen.

“Sejak 2015 lalu, saya memiliki angan-angan yang akan saya wujudkan setidaknya tiga hal. Yakni, Medan bebas macat tanpa lampu merah, bebas banjir dan Medan akan terang benderang tanpa membebani PLN,” ujar suami dari Drg. Hj. Rita, di hadapan para sahabat dan koleganya.

Dirinya meyakini berkat pengalaman yang dimiliknya, akan mampu memberikan gebrakan dan warna baru bagi Kota Medan nantinya.

“Semua permasalahan yang sudah menjadi momok bagi Kota Medan seperti macet dan banjir, saya meyakini dengan ilmu Teknik Sipil yang saya miliki, persoalan itu dapat diatasi,” ungkapnya.

Zulfikar menambahkan, mengatasi kemacatan lalu lintas tanpa ada lampu merah, menurut Insinyur Teknik Sipil ini, harus menggunakan Teori Fikar yang merupakan buah pikirannya.

“Teori Fikar ini adalah, Filosofi, Ilmu, Kombinasi, Alur dan Rute. Ibarat kisah penjual bumbu, campuran berbagai bumbu bisa menjadikan bumbu gulai opor. Bisa juga campuran bumbu ini nantinya jadi bumbu rendang,” jelasnya.

Sekedar diketahui, acara silaturahim itu dihadiri Ulama Kharismatik Kota Medan, Buya KH. Amiruddin MS yang turut memberikan tausyiahnya dihadapan tamu dan warga yang hadir. (* /04)

No More Posts Available.

No more pages to load.