NASIONALNEWS.ID BUMIAYU – Layanan kesehatan datang menghampiri warga Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (16/9/2026). Melalui Rail Clinic, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 5 Purwokerto membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat sekitar Stasiun Bumiayu.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 KAI. Tak sekadar membawa layanan medis ke dekat masyarakat, Rail Clinic juga menjadi ruang pelayanan sosial yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.
Ka. Daop 5 Purwokerto Rangga Putra Maulana mengatakan Rail Clinic kali ini menargetkan sedikitnya 250 warga. Namun, jumlah penerima layanan dapat bertambah selama waktu pelayanan masih memungkinkan.
“Targetnya yang pertama masyarakat sekitar. Kita sudah berkolaborasi dengan aparat desa, warga yang kira-kira tidak mampu secara kesehatan dan ekonomi kita periksa,” kata Rangga.
Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan umum, gigi, mata, kesehatan ibu dan anak, termasuk pemeriksaan bagi ibu hamil. Warga juga memperoleh pemeriksaan laboratorium sederhana, antara lain gula darah, asam urat, dan kolesterol.
Kegiatan ini digelar KAI bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Dinas Kesehatan dan Puskesmas Bumiayu. Kolaborasi tersebut membuat Rail Clinic tidak berhenti sebagai layanan kesehatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya mendekatkan akses pemeriksaan medis kepada masyarakat di sekitar jalur kereta api.
Manfaat kegiatan diperluas melalui bakti sosial bagi anak-anak sekolah. KAI memberikan 30 kacamata dan alat tulis kepada siswa dari tiga lembaga pendidikan, yakni SD Negeri 4 Dukuhturi, SD Negeri 7 Dukuhturi, dan MI Muhammadiyah.
Dukungan sosial juga datang melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) KAI. Sebanyak dua kursi roda diserahkan masing-masing kepada Puskesmas Bumiayu dan Klinik Aisyah. Sementara itu, TK Aisyah menerima peralatan bermain.
Rangga mengatakan seluruh layanan Rail Clinic diberikan secara gratis. KAI berharap fasilitas tersebut dapat membantu warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses maupun kemampuan ekonomi untuk memperoleh pemeriksaan kesehatan.
Rail Clinic sendiri merupakan fasilitas kesehatan bergerak KAI yang dirancang untuk menjangkau masyarakat, khususnya warga di sekitar jalur rel dan wilayah yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan. Layanannya mencakup poli umum, gigi, mata, serta kesehatan ibu dan anak, dilengkapi pemeriksaan laboratorium sederhana dan obat-obatan.
Dalam sejumlah kegiatan, Rail Clinic juga dapat dirangkaikan dengan Rail Library, fasilitas edukasi bergerak yang menyediakan bahan bacaan dan perangkat komputer untuk mendukung aktivitas literasi anak-anak.
Di Bumiayu, pendekatan itu menemukan bentuknya melalui satu kegiatan yang menggabungkan kesehatan, pendidikan dan bantuan sosial. Rel kereta yang selama ini identik dengan perjalanan dan mobilitas menjadi titik temu pelayanan KAI dengan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Bagi warga penerima manfaat, Rail Clinic bukan sekadar kereta yang berhenti di stasiun. Ia membawa pemeriksaan kesehatan, bantuan dan perhatian—langsung ke ruang hidup masyarakat.
(Widhiantoro)






