NASIONALNEWS.ID PURWOKERTO-PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto mencatat pertumbuhan positif pada sektor angkutan barang. Sepanjang Agustus 2026, volume barang yang diangkut mencapai 126.810 ton, naik sekitar 10 persen dibandingkan Juli yang tercatat 115.711 ton.
Pertumbuhan tersebut ditopang sejumlah komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi dan distribusi logistik. Angkutan didominasi semen 72.720 ton, disusul BBM dan avtur 49.891 ton, pupuk 3.300 ton, serta retail 898 ton.
Secara kumulatif, sejak Januari hingga Agustus 2026, KAI Daop 5 Purwokerto telah mengangkut 933.225 ton barang. Angka itu menunjukkan peran kereta api yang kian penting sebagai moda distribusi logistik dengan kapasitas besar dan pola operasional yang terukur.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan peningkatan volume tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan angkutan barang berbasis kereta api.
> “Angkutan barang melalui kereta api terus menjadi pilihan berbagai pelaku usaha karena mampu menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal. Pertumbuhan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan,” ujar As’ad.
Dari sisi ketepatan waktu, kinerja operasional kereta api barang di wilayah Daop 5 juga menunjukkan capaian tinggi. Hingga Agustus 2026, On Time Performance (OTP) keberangkatan dan kedatangan kereta api barang rata-rata mencapai 99 persen.
Capaian tersebut menjadi bagian penting dari daya saing layanan logistik. Bagi dunia usaha, ketepatan waktu bukan sekadar indikator operasional, tetapi berkaitan langsung dengan kepastian distribusi, efisiensi rantai pasok, dan kontinuitas produksi.
KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan akan mempertahankan tren tersebut melalui penguatan aspek keselamatan, kelancaran operasional, serta peningkatan keandalan sarana dan prasarana pendukung.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang melalui penguatan operasional, peningkatan keandalan layanan, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian, distribusi logistik nasional dapat berjalan semakin aman, lancar, dan berkelanjutan,” kata As’ad.
Dengan volume hampir satu juta ton hanya dalam delapan bulan, pertumbuhan angkutan barang KAI Daop 5 Purwokerto memperlihatkan bahwa rel tidak hanya menjadi jalur mobilitas penumpang, tetapi juga salah satu urat nadi distribusi ekonomi di wilayah Jawa.
(Widhiantoro)











