NASIONALNEWS.id,Sleman–Kalurahan Condongcatur, Sleman, tengah menghadapi tantangan fiskal yang serius. Pagu Dana Desa yang semula menyentuh angka Rp2,7 miliar, kini turun drastis menjadi hanya Rp373 juta untuk anggaran tahun 2026.
Anjloknya anggaran ini merupakan imbas dari diberlakukannya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026. Peraturan yang resmi berjalan sejak 12 Februari 2026 tersebut memangkas sebagian besar alokasi anggaran demi dialihkan ke program nasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, mengonfirmasi perubahan dramatis tersebut di sela kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Sultan Agung, Babadan Baru, Yogyakarta, Rabu (25/2/2026).
“Program Koperasi Desa Merah Putih ini adalah kebijakan pemerintah pusat untuk seluruh desa di Indonesia, termasuk desa kita. Dampaknya, pemerintah kalurahan kini harus memperketat skala prioritas,” ujar Reno di hadapan jamaah.
Optimalisasi Pendapatan Mandiri
Guna menambal celah anggaran yang hilang mencapai miliaran rupiah, Reno menegaskan tidak akan tinggal diam. Strategi “ikat pinggang” dan inovasi pendapatan asli menjadi kunci agar pelayanan publik tidak lumpuh.
Reno memberikan beberapa langkah taktis, di antaranya:
- Optimalisasi Tanah Kas Desa: Memaksimalkan hasil pemanfaatan lahan milik kalurahan.
- Penguatan BUMKal: Mendorong unit-unit usaha Badan Usaha Milik Kalurahan untuk lebih produktif.
- Sinergi Sektor Swasta: Menjaring dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan di wilayah Condongcatur.
Ramadan di Masjid Bersejarah
Meski anggaran fisiknya dibatasi, Reno memastikan agenda keagamaan sosial tetap berjalan prima. Safari Ramadhan di 18 masjid padukuhan tetap menjadi prioritas untuk menjaga silaturahmi dengan warga.
Menariknya, lokasi Tarling kali ini, Masjid Sultan Agung Babadan Baru, bukan sekadar tempat ibadah. Masjid ini merupakan situs budaya yang menyimpan memori kelam sejarah kemerdekaan saat bala tentara Jepang mengusir warga setempat.
“Kampung Babadan Baru dengan masjid kebanggaannya punya sejarah panjang. Kami berharap masyarakat dapat terus mempertahankan tradisi budayanya,” pesan Reno.
Dalam kesempatan bantuan tersebut, Lurah Reno juga menyerahkan infak sebesar Rp1.500.000 serta kitab suci Al-Qur’an kepada Ketua Takmir Masjid Sultan Agung, M. Suryadi.
Memperkuat Sisi Agama
Selain infrastruktur, Condongcatur kini menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan Forum TPA, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengomel Condongcatur, hingga Forum Rois yang telah mendapatkan pembekalan langsung dari Kementerian Agama.
“Kami ingin memastikan bahwa di tengah penyesuaian anggaran ini, nilai-nilai spiritual dan kebersamaan warga tetap terjaga,” tutupnya.
(Ridar)











