Ekonomi Sumbar Disebut Terendah di Sumatera, Andre Rosiade Ajak Perantau Bersinergi

oleh -
oleh
img 20260423 wa0001

NASIONALNEWS.ID YOGYAKARTA–Wakil Ketua Komisi XI DPR RI sekaligus Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Andre Rosiade, menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, Sumbar saat ini mengalami penurunan ekonomi yang signifikan dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera.

“Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Maret lalu hanya berada di angka 2,5 persen. Itu pun terbantu oleh perputaran uang dari para perantau yang pulang kampung saat lebaran kemarin,” ujar Andre saat meresmikan Aula Serbaguna Warga Minang di Yogyakarta, Rabu (22/4/2026).

 

Peran Vital Dana Perantau

Andre menegaskan bahwa peran perantau Minangkabau sangat krusial dalam menopang perekonomian daerah. Ia mengestimasi aliran dana dari perantau ke kampung halaman mencapai angka yang fantastis setiap tahunnya.

“Peranan perantau Minang di seluruh dunia sangat besar. Setiap tahun, hampir Rp20 triliun ‘piti’ (uang) dikirimkan ke kampung halaman kita,” jelasnya.

Ia juga membandingkan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar dengan provinsi tetangga. Andre menyebutkan bahwa PDRB provinsi seperti Jambi dan Bengkulu saat ini sudah jauh melampaui Sumatera Barat. Oleh karena itu, ia mengajak para perantau di seluruh Indonesia untuk ikut membantu pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor.

Peresmian Fasilitas bagi Warga Minang di Yogyakarta

Selain menyoroti isu ekonomi, kedatangan Andre ke Yogyakarta bertujuan untuk meresmikan sejumlah fasilitas bagi warga dan mahasiswa asal Sumbar. Fasilitas yang diresmikan meliputi:

 

Asrama Mahasiswi Bundo Kanduang

Asrama Mahasiswa Marapi Singgalang

Gedung Serbaguna Warga Minang Yogyakarta

Selain menyoroti isu ekonomi, kedatangan Andre ke Yogyakarta bertujuan untuk meresmikan sejumlah fasilitas bagi warga dan mahasiswa asal Sumbar. Fasilitas yang diresmikan meliputi:

  • Asrama Mahasiswi Bundo Kanduang

  • Asrama Mahasiswa Marapi Singgalang

  • Gedung Serbaguna Warga Minang Yogyakarta

Andre menegaskan bahwa pembangunan gedung dan asrama ini merupakan wujud komitmen DPP IKM dalam mendukung pendidikan dan mempererat silaturahmi.

 

“Gedung ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi pusat pembinaan generasi muda agar tetap memegang teguh nilai adat dan budaya. Fasilitas ini terbuka untuk seluruh warga Minang di Yogyakarta tanpa memandang komunitas,” tandasnya.

Kehadiran Tokoh dan Stakeholder

Acara peresmian tersebut dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya:

 

Sari Anggraini (Kasi Antar Lembaga Kantor Penghubung Sumbar) mewakili Gubernur Sumatera Barat.

 

Perwakilan dari PT Semen Padang dan PT Hutama Karya.

Pengurus DPD IKM se-Jawa Tengah.

Mahasiswa serta tokoh masyarakat Minangkabau di Yogyakarta.

(RIDAR)

No More Posts Available.

No more pages to load.