NASIONALNEWS.id, LAMONGAN – Ada cara berbeda yang dilakukan Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, dalam berbagi hasil pengelolaan aset desa kepada masyarakat.
Kepala Desa Sukorejo, Suminto, kembali menyalurkan beras hasil pengelolaan tanah bengkok desa kepada warga. Tradisi yang disebut telah dimulai sejak 2020 itu terus dipertahankan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus upaya agar masyarakat ikut merasakan manfaat dari hasil pengelolaan aset desa.
Tahun ini, sebanyak 400 kantong beras, masing-masing berisi 5 kilogram, disiapkan untuk dibagikan kepada warga. Total beras yang disalurkan mencapai 2 ton atau 2.000 kilogram.
Penyaluran dilakukan kepada seluruh rumah yang tercatat di Desa Sukorejo.
“Pembagian beras ini adalah kewajiban kami. Hasil panen bengkok yang dikelola sebagian kami kembalikan ke masyarakat agar warga bisa ikut merasakan hasilnya,” ujar Suminto, Minggu (13/9/2026).
Menariknya, pembagian beras tersebut tidak hanya diarahkan kepada warga kurang mampu. Suminto menegaskan, seluruh rumah yang tercatat di Desa Sukorejo mendapatkan bagian yang sama.
Dengan jumlah hunian sekitar 398 rumah, sementara beras yang disiapkan sebanyak 400 kantong, pembagian dinilai cukup untuk menjangkau seluruh rumah.
“Semua rumah di Desa Sukorejo yang tercatat pasti dapat bagian 5 kilogram, tidak ada perbedaan antara kaya atau miskin,” tegasnya.
Kebijakan tersebut membuat program pembagian hasil panen ini bukan sekadar bantuan bagi kelompok tertentu, melainkan bentuk berbagi hasil pengelolaan tanah bengkok kepada masyarakat secara merata.
Bukan Cuma Beras, Hasil Tambak Juga Dibagikan
Kepedulian terhadap warga tidak berhenti pada pembagian beras.
Suminto juga menyebut hasil pengelolaan tambak desa turut dibagikan kepada masyarakat ketika memasuki musim panen. Setiap rumah mendapatkan sekitar 2 hingga 3 kilogram ikan segar secara cuma-cuma.
Jenis ikan yang dibagikan cukup beragam, mulai dari nila, bandeng hingga tombro.
Menurut Suminto, pembagian hasil tersebut merupakan bagian dari komitmen agar keberadaan aset dan potensi desa tidak hanya memberikan manfaat dalam pengelolaan pemerintahan, tetapi juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tradisi berbagi itu pun diharapkan tetap berjalan pada tahun-tahun berikutnya.
“Insyaallah, ini akan terus kami lanjutkan setiap tahunnya sebagai kewajiban saya sebagai kepala desa maupun secara pribadi,” pungkas Suminto.
Bagi warga Sukorejo, pembagian hasil panen tersebut menjadi momentum tersendiri. Di tengah tuntutan agar aset desa memberikan manfaat nyata, hasil pengelolaan tanah bengkok dan tambak setidaknya diwujudkan dalam bentuk yang langsung dirasakan masyarakat: beras dan ikan untuk setiap rumah.
Reporter : Sholichan






