NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Ketika banyak tim memburu kemenangan dengan mengandalkan pemain berpengalaman, Persatuan Sepak Bola Condongcatur (PSCC) memilih menempuh jalan lain. PSCC membangun kekuatannya dari pemain muda.
Sekitar 90 persen dari 28 pemain yang disiapkan untuk menghadapi Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 merupakan pemain muda. Mereka dipadukan dengan sejumlah pemain berpengalaman untuk membentuk tim yang tidak hanya siap bersaing musim ini, tetapi juga memiliki arah pembinaan yang jelas.
Komitmen itu ditandai dengan peluncuran skuad dan jajaran pelatih PSCC di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman, Minggu sore, 13 September 2026.
Sekitar 40 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur, pengurus, manajemen, tim pelatih, pemain, hingga unsur pendukung.
Peluncuran diisi dengan perkenalan pemain dan jajaran pelatih, penyerahan jersey secara simbolis, serta foto bersama. Namun bagi PSCC, kegiatan itu lebih dari sekadar memperkenalkan susunan tim.
Ini adalah awal dari pekerjaan besar membangun sepak bola Condongcatur.
Dua pemain dalam skuad musim ini merupakan putra asli Condongcatur yang berasal dari Padukuhan Pringwulung dan Tiyasan. Mereka menjadi bagian dari komitmen PSCC untuk memberikan ruang kepada talenta lokal agar berkembang melalui kompetisi.
Di sisi lain, PSCC juga diperkuat pemain yang memiliki pengalaman di Liga 4 DIY dan Liga 3 nasional.
Salah satu nama yang cukup dikenal adalah Agung Prasetya, mantan penjaga gawang PSS Sleman.
Kehadiran pemain berpengalaman menjadi bagian penting dari proses pembentukan tim muda. PSCC berharap para pemain senior tidak hanya memberi kekuatan saat pertandingan, tetapi juga membantu meningkatkan mental dan kematangan pemain yang lebih muda.
Pelaksana Tugas Lurah Condongcatur Budi Arto mengatakan peluncuran tim menjadi momentum untuk membangun sportivitas, persatuan, disiplin, dan kerja sama.
Menurutnya, PSCC juga harus menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.
“Bermainlah dengan hati, berjuang dengan disiplin, junjung tinggi sportivitas, dan jangan pernah takut bermimpi menjadi juara,” pesan Budi kepada para pemain.
Budi menegaskan keberhasilan PSCC tidak hanya diukur dari kemenangan di lapangan. Para pemain juga membawa nama Condongcatur dalam setiap pertandingan.
Karena itu, prestasi harus berjalan bersama dengan sikap positif dan sportivitas.
Skuad PSCC musim ini lahir dari proses seleksi terbuka. Manajer PS Condongcatur Daris Wicaksono menjelaskan, seleksi dimulai pada 15 Agustus 2026 dan diikuti 95 pemain yang ingin bergabung.
Sebanyak 46 pemain kemudian lolos ke tahap berikutnya. Selama kurang lebih dua pekan, mereka menjalani proses seleksi dan latihan tiga kali dalam seminggu. Tim pelatih akhirnya menetapkan 14 pemain.
Untuk memenuhi kebutuhan tim, manajemen kemudian bersama tim pelatih mengundang sejumlah pemain lain yang dinilai memenuhi standar dan sesuai dengan kebutuhan posisi.
Kemampuan teknis, kondisi fisik, mental bertanding, serta kebutuhan tim menjadi pertimbangan utama.
PSCC juga telah menjalani pertandingan uji coba menghadapi AMS Seyegan dan PS Wedomartani.
Selain latihan rutin, para pemain mengikuti cross-country run di Kepuharjo, Cangkringan. Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan fisik dan peningkatan daya tahan menjelang kompetisi.
Musim ini, PSCC ditangani Fajar Subekti sebagai kepala pelatih. Fajar memiliki pengalaman dalam pembinaan pemain muda dan pernah menjadi pelatih tim sepak bola Kabupaten Sleman saat meraih medali emas Porda XVII DIY 2025.
Rekam jejak itu menjadi salah satu modal PSCC dalam membentuk skuad yang sebagian besar dihuni pemain muda. Bagi PSCC, membangun tim muda bukan sekadar mengikuti tren.
Regulasi Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 memang memberikan ruang cukup besar kepada pemain muda. Setiap tim diwajibkan memainkan tiga pemain kelahiran 2005 hingga 2009.
Setiap klub juga wajib menurunkan sedikitnya delapan pemain ber-KTP Sleman dan hanya diperbolehkan menggunakan maksimal dua pemain berusia di atas 30 tahun yang ber-KTP Sleman.
PSCC melihat aturan itu sebagai kesempatan untuk mempercepat proses regenerasi.
Ketua PS Condongcatur Sahid Fahrudin menegaskan pembinaan pemain muda tetap menjadi perhatian utama klub.
PSCC ingin memberi kesempatan kepada pemain lokal untuk berkembang dan mendapatkan pengalaman kompetitif. Targetnya tidak berhenti di Liga Seri A Askab PSSI Sleman.
Pemain-pemain muda tersebut diharapkan mampu berkembang dan bersaing hingga tingkat DIY maupun nasional.
Pilihan membangun tim melalui regenerasi juga memiliki dasar dari perjalanan panjang PSCC.
Pada 2018, PS Condongcatur menjadi runner-up Liga 2 Sleman. Setahun kemudian, PSCC kembali menjadi runner-up Liga 1 Sleman.
Pada 2023, PSCC mencatatkan hasil lebih baik dengan menjadi juara Grup Timur Liga Utama setelah menyelesaikan lima pertandingan tanpa kekalahan.
Kini, PSCC kembali memasuki kompetisi dengan wajah yang sebagian besar baru.
Liga Seri A Askab PSSI Sleman 2026 akan diikuti sembilan klub, yakni PS MKJ, PS Tunas Ngaglik, Porab Balecatur, PS Pemda, PS Palma, CMB Berbah, TGP Godean, PS Condongcatur, dan AMS Seyegan.
Persaingan dipastikan tidak ringan. Namun PSCC telah menentukan arah.
Tim ini tidak hanya ingin bersaing untuk mendapatkan hasil terbaik pada musim 2026. PSCC juga ingin memastikan pemain muda mendapat kesempatan bermain, belajar, dan berkembang melalui kompetisi.
Dengan dukungan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, manajemen, pelatih, pemain, mitra usaha, dan masyarakat, PSCC memulai musim dengan kekuatan baru.
Bukan sekadar membentuk tim untuk satu kompetisi. PSCC sedang membangun fondasi agar sepak bola Condongcatur memiliki kesinambungan.
Musim ini mungkin akan menentukan posisi PSCC di klasemen. Tetapi proses pembinaan yang dijalankan hari ini akan menentukan siapa yang kelak membawa nama Condongcatur pada kompetisi berikutnya. (Jat)







