Korban PTSL Kabupaten Boyolali Tahun 2019 Ingin Lapor Ke Gubernur

oleh -

Bukti bayar pemohonNASIONALNEWS.id,Boyolali-Korban kepentingan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap ( PTSL ) Desa Kunti Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa tengah pada tahun 2019 menuntut kembali uang yang telah di bayarkan pada tahun 2019 lalu kepada Paniti PTSL di Desa tersebut Rabu 7/9/2022.

Sejumlah korban telah mendatangi Bendahara PTSL ( Sugiyarti ) yang merupakan adik kandung Tawiyanto Kepala Desa Kunti Periode 2019-2024, guna meminta sertifikat tanah kas Desa yang telah di kavling oleh Paniti PTSL di tahun 2019.
Salah satu korban mengatakan kepada panitia PTSL, Kudu piye yo hayuh nek memang panjenegan Panitia ora iso melangkah dewe, yo njaluk tulung utowo koordinasi karo pemohon mbok nemoni sopo, pokoke yo kui mau. Aku mbok kon ngiklaske, ora bakal ikhlas sampe ko ndiwae ora bakal ikhlas.

“Harus bagaimana ayo, kalau memang Panitia tidak bisa melangkah sendiri, mintalah bantuan sama pemohon siapa yang harus di temui, saya tidak akan mengikhlaskan uang saya,” ungkap salah satu korban.
Pada tahun 2020 Pemerintah Desa Kunti telah mengirimkan surat permohonan resmi kepada BPN Kabupaten Boyolali bernomor 750/018/IX/2020, bermaksud memohon di terbitkanya sertifikat tanah C sejumlah 89 bidang milik warga dan 64 sertifikat Tanah C Kas Desa serta di berikan kepada yang berhak.
Kemudian pada bulan Januari tahun 2021 Pemerintah Desa Kunti mengirimkan surat permohonan kepada BPN Kabupaten Boyolali bernomor: 141/08/01/2021. Tertulis dalam surat tersebut Perihal Pembatalan Penerbitan Sertifikat Tukar Guling Tanah Kas Desa Kunti dan Sertifikat Tanah OO.

Di konfirmasi melalui Watsapp akan hal tersebut Tawiyanto sebagai kepala Desa kunti Kecamatan Andong menjawab dengan singkat.
“Dalam koordinasi proses muyswarah,” tulisnya melalui pesan watsaap

Sementara salah satu korban yang tidak bersedia di sebut namanya dengan alasan keamanan keluarga, dihubungi melalui sambungan telpon, tetap akan meminta haknya untuk segera di kembalikan jika tidak segera dikembalikan maka dirinya beserta korban lain akan melaporkan kepada penegak hukum atau biar didengar
“uang senilai 16 juta itu saya dapat dari hasil jual tanah untuk mendapatkan tanah kavling grade 4 yang di janjikan dalam program PTSL di Desa saya, bagaimanpun juga akan saya tuntut hak saya dan teman yang lain yang menjadi korban bila perlu kami laporkan ke penegak hukum, jika negosiasi juga tidak kunjung selesai,” ungkap salah satu korban.
“Dua tahun kita negosiasi belum juga ada penyelesaian sementara Pak Maryoto ketua Panitia PTSLnya sakit-sakitan dan Widodo Sekertarisnya menghilang demikian juga Darto mantan kepala Desanya, yang ada saat ini bisa kita temui ya Sugiyarti yang menerima uang kami sebagai Bendahara PTSL yang adiknya Pak Kades sekarang,” ungkap salah satu korban dengan rasa kesal.
“Kalau bisa sambungkan ke Gubernur, karena total kerugian uang ada 1 Milyar rupaih lebih mas itu dari 79 orang sebagai pemohon,” tutupnya. (Imam S)

No More Posts Available.

No more pages to load.