NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo didampingi Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman
mengunjungi pengerajin tahu tempe di Komplek Kopti, Jalan Haji Aseni, Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (7/1/2021)
Kunjungan Menteri Pertanian tersebut dalam acara Launching Gerakan Stabilitas Pasokan dan Harga Kedelai. Serta peninjauan produksi tahu tempe yang memakai bahan baku kedelai.
Mengingat, belakangan tahu tempe mengalami lonjakan harga karena beriringan dengan naiknya harga kedelai impor.
Syahrul Yasin Limpo juga melihat secara langsung para pengrajin tahu tempe sekaligus bertanya bagaimana kegiatan produksi mereka.
Syarul mengatakan, masalah tempe bahan baku yang digunakan kedelai impor memang jauh lebih murah.
“Bahan baku tempe, kedelai import karena jauh lebih murah,” kata Syarul.
Syarul juga menjelaskan, pihaknya mendorong 11 ketahanan pangan lain, seperti jagung karena harganya lebih bagus dan bisa menjadi pilihan, tapi tidak berarti kedelai harus ditinggalkan.
“Kita akan dorong 11 ketahanan pangan lainnya,” jelasnya.
Dirinya juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk menstabilkan harga kedelai agar produksi tempe berangsur normal.
“Dengan kedelai importir dan harga stabil makan pengerajin tempe tahu produksinya berangsur normal,” pungkasnya. (Budi Beler)






