NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Dari Babadan Baru, Kentungan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Posyandu Asparagus II membawa nama Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ke tingkat nasional.
Asparagus II mengikuti Verifikasi dan Wawancara Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Pusat Tahun 2026, Jumat (25/9/2026). Posyandu ini menjadi wakil DIY bersama 34 posyandu lain dari berbagai provinsi di Indonesia.
Verifikasi berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting. Tim Asparagus II mengikuti proses tersebut dari Ruang Rapat Lantai 2 Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman sekitar pukul 13.30 WIB.
Ketua Posyandu Asparagus II, Novita Savitri, memaparkan profil, capaian program, pelayanan berbasis siklus hidup, peningkatan kapasitas kader, pendampingan keluarga, hingga berbagai praktik baik yang dikembangkan di tengah masyarakat.

Pemaparan berlangsung sekitar 10 menit dan dilanjutkan wawancara serta tanya jawab dengan tim verifikator.
Novita mengatakan kesempatan mewakili DIY di tingkat nasional menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bagi seluruh kader.
“Bagi kami, ini bukan hanya tentang penilaian, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kerja bersama para kader dan masyarakat. Apa pun hasilnya, kami ingin terus belajar, berinovasi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” kata Novita.
Asparagus II tercatat sebagai wakil DIY dalam Lampiran 4 Surat Kementerian Kesehatan RI Nomor PK.06.02/B.IV/878/2026 tanggal 15 September 2026.
Dalam verifikasi tersebut, Asparagus II membawa sejumlah data capaian pelayanan kesehatan masyarakat selama 2025.
Pelayanan bagi ibu hamil serta bayi dan balita mencapai 100 persen setiap bulan. Sementara pelayanan minimal satu kali dalam setahun untuk anak prasekolah, remaja, dan lansia juga mencapai 100 persen pada akhir 2025.
Untuk kelompok usia dewasa, cakupan pelayanan tercatat 84,52 persen.
Asparagus II juga mencatat zero stunting pada 2025, imunisasi dasar lengkap mencapai 100 persen sepanjang tahun, serta angka bebas jentik berada di atas 95 persen.
Pelayanan dilakukan menggunakan pendekatan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak prasekolah, usia sekolah dan remaja, dewasa hingga lanjut usia.
Pelayanan tersebut tidak hanya dilakukan di Posyandu. Para kader juga melakukan kunjungan rumah untuk mendampingi keluarga, termasuk edukasi pemberian ASI, perawatan bayi prematur, pemantauan tumbuh kembang, serta pendampingan kesehatan ibu.
Asparagus II diperkuat 20 kader yang terdiri dari empat kader utama, mpat kader madya, dan 12 kader purwa. Para kader mendapatkan pembinaan serta pelatihan dan penyegaran 25 keterampilan dasar kader.
Proses verifikasi turut mendapat dukungan langsung dari jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman, tenaga kesehatan, pemerintah kapanewon hingga pemerintah kalurahan.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa hadir memberikan dukungan bersama Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Seruni Angreni Susila, M.P.H., perwakilan Dinas Kesehatan DIY Yustinus Tri Wibowo, S.K.M., serta Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Cahya Prihantama, S.KM., M.P.H.
Hadir pula Panewu Depok Rakhmat Harinawan, S.Sos., M.Si., Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP., Kepala Puskesmas Depok II dr. Rr. Endang Sulistyowati, Carik Condongcatur Riska Dian Nur Lestari, S.TP., M.Sc., Dukuh Kentungan Suhartini, serta sejumlah pamong dan unsur pembina lainnya.
Danang mengapresiasi kerja kader, masyarakat dan seluruh pihak yang selama ini mendukung Asparagus II.
Menurutnya, Posyandu bukan hanya tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga bagian penting dalam pembangunan manusia di tingkat masyarakat.
“Posyandu merupakan salah satu ujung tombak pembangunan manusia, tempat masyarakat mendapatkan pelayanan, edukasi, pendampingan, sekaligus ruang untuk membangun kepedulian dan gotong royong,” ujar Danang.
Ia menilai keberhasilan Posyandu tidak hanya ditentukan sarana dan administrasi. Semangat kader, partisipasi masyarakat, inovasi pelayanan serta sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, PKK dan masyarakat juga menjadi bagian penting.
Langkah Asparagus II ke tingkat nasional merupakan kelanjutan dari prestasi di tingkat DIY.
Sebelumnya, TP Posyandu Kalurahan Condongcatur bersama Posyandu Asparagus II Babadan Baru meraih Peringkat I (Utama) Lomba Tim Pembina Posyandu Kalurahan dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2026.
Prestasi tersebut kemudian mengantarkan Asparagus II menjadi wakil DIY dalam tahapan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Pusat.
Panewu Depok Rakhmat Harinawan mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi kader, masyarakat, pemerintah kalurahan, Puskesmas, pemerintah kapanewon dan berbagai unsur pembina.
Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto juga memberikan apresiasi kepada kader dan semua pihak yang mendampingi perjalanan Asparagus II.
Bagi Asparagus II, tahapan nasional bukan menjadi garis akhir. Momentum tersebut justru menjadi kesempatan untuk menunjukkan praktik baik sekaligus mendapatkan pengalaman dan masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan.
Semangat itu dirangkum dalam pesan “Sehat, Peduli, Bersama, Berdaya” dan “Bersama untuk Generasi Sehat.”
Dari Babadan Baru, Kentungan, kader Asparagus II kini membawa nama Condongcatur, Sleman dan DIY ke panggung nasional melalui pelayanan kesehatan yang mengandalkan kepedulian, kolaborasi dan gotong royong masyarakat. (Jat/Ridar)











