NASIONALNEWS.ID, SLEMAN – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membuka Sleman Creative Weeks (SCW) #6 tahun 2026 dengan menerbangkan layang-layang dalam acara Sleman Kite Fest di halaman Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Minggir, Minggu (27/9/2026).
Pembukaan secara simbolis ini menandai dimulainya rangkaian festival ekonomi kreatif dan seni budaya yang tahun ini mengusung tema Living Shared Culture. Tema tersebut mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan yang terus berkembang melalui interaksi dan pengalaman bersama.
Danang mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan SCW #6. Menurutnya, Sleman Kite Fest bukan sekadar ajang bermain layang-layang, melainkan juga ruang pertemuan berbagai kalangan untuk berinteraksi, berkreasi, dan menikmati kebersamaan.
Mulai dari anak-anak, generasi muda, keluarga, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum dapat menikmati festival yang mengangkat permainan tradisional tersebut.
Di balik kesederhanaan layang-layang, Danang melihat filosofi kehidupan yang mendalam. Layang-layang yang terbang tinggi, tetapi tetap terikat pada benangnya, menjadi pengingat agar manusia tidak melupakan asal-usulnya meski telah meraih kesuksesan.
“Di balik kesederhanaan layang-layang terdapat nilai mendalam. Layang-layang mengingatkan kita pada kalimat sangkan paraning dumadi. Layang-layang yang terbang tinggi, tetapi tetap terikat benang ke bumi, sebuah simbol manusia yang sukses namun tetap eling akan sangkan asal-usul,” ujar Danang.
Ia berharap SCW #6 tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, semangat kreativitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap ruang hidup bersama diharapkan semakin tumbuh.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Edy Winarya, mengatakan SCW #6 juga membawa misi kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dalam penyelenggaraan kegiatan.
Menurut Edy, festival ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara ekosistem ekonomi kreatif dan sektor pariwisata sehingga keduanya dapat tumbuh bersama dan saling memberikan manfaat.
“Kami berharap ke depannya ekosistem kreatif dan pariwisata terus berjalan beriringan sehingga mampu memberikan simbiosis mutualisme,” katanya.
Empat Agenda Meriahkan SCW #6
SCW #6 tidak hanya menghadirkan festival layang-layang. Sejumlah agenda seni, budaya, dan perfilman juga disiapkan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Oktober 2026.
Berikut sejumlah agenda yang dapat dinikmati masyarakat:
- Sleman Kite Fest, 27 September 2026, di Pondok Pesantren Gus Muwafiq, Minggir.
- Bedog Arts Fest, 2–10 Oktober 2026, di Studio Banjarmili.
- Pesta Boneka, 6–11 Oktober 2026, di Ruang Pana, Kompleks Kampoeng Media.
- Sinergi Sinema Sleman dan Sleman Film Competition, yang digelar KDM Cinema pada 27 September, 6 Oktober, dan 10 Oktober 2026.
Selain pertunjukan seni dan budaya, SCW #6 juga menghadirkan dua kompetisi, yakni Sleman Film Competition dan Lomba Layang-Layang Tradisional.
Seluruh rangkaian kegiatan Sleman Creative Weeks #6 tahun 2026 ini mendapat dukungan Dana Keistimewaan Tahun Anggaran 2026.
Melalui beragam agenda tersebut, SCW diharapkan menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif, komunitas, seniman, dan masyarakat untuk menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Sleman. (Jat)











