NASIONALNEWS.ID, YOGYAKARTA – Suara rebana dan lantunan syair Islami menggema di Masjid Sultan Agung Babadan Baru, Yogyakarta, saat warga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Selasa (8/9/2026) malam.
Peringatan Maulid Nabi kali ini terasa semakin meriah dengan penampilan Group Hadroh Syifaul Qulub. Menariknya, grup hadroh tersebut beranggotakan ibu-ibu warga Babadan Baru yang piawai melantunkan lagu-lagu bernapaskan Islam.
Di bawah asuhan pelatih Kholik, para anggota Syifaul Qulub tampil kompak mengiringi rangkaian peringatan Maulid Nabi. Kekompakan mereka merupakan hasil latihan rutin yang sudah dijalani selama beberapa tahun.
“Beberapa prestasi telah berhasil diraih grup hadroh ini. Bukan prestasi yang kami capai, tapi yang penting adalah kebersamaan dan kekompakan. Dengan porsi latihan setiap malam Sabtu sudah berjalan beberapa tahun belakangan ini,” ujar Kholik sebelum puncak agenda acara.
Group Hadroh Syifaul Qulub tergabung dalam komunitas Group Hadroh Bintang Sembilan. Komunitas ini menjadi wadah sejumlah grup hadroh yang aktif menjalin silaturahmi dan menggelar berbagai kegiatan, termasuk tradisi Syawalan bersama di Yogyakarta.
Komunitas tersebut berakar dari kegiatan jamaah di Masjid Pathok Negara Plosokuning, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta.
Tak hanya dihadiri kalangan orang tua, peringatan Maulid Nabi di Masjid Sultan Agung juga diikuti anak-anak dan generasi muda. Mereka tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Ketua Takmir Masjid Sultan Agung, M. Suryadi, mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Babadan Baru yang telah berpartisipasi sehingga peringatan Maulid Nabi dapat terselenggara dengan baik.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Akhlak Mulia Rasulullah SAW sebagai Teladan dan Inspirasi Generasi Masa Kini.”
Menurut M. Suryadi, Maulid Nabi tidak seharusnya hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, peringatan tersebut harus menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Terutama bagi generasi IKABAMA sebagai generasi penerus,” katanya.
Puncak acara menghadirkan KH Mujiharno, S.Ag., M.Ag. Ceramah yang disampaikan dengan gaya interaktif itu mendapat sambutan hangat dari jamaah.
Suasana semakin hidup ketika KH Mujiharno sesekali melantunkan tembang Jawa bernapaskan Islam yang diiringi musik hadroh dari Syifaul Qulub.
Perpaduan ceramah, tembang Jawa Islami, dan musik hadroh membuat peringatan Maulid Nabi di Babadan Baru malam itu terasa lebih hangat.
Bukan sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan warga sekaligus mengajak generasi muda meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. (Ridar)











