NASIONALNEWS.id YOGYAKARTA – Pers Siber Indonésia (PSI) segera mendeklarasikan diri secara nasional di Bulan Februari 2026 dikota Jogjakarta.Setelah Pers Siber Indonesia secara resmi masuk kedalam lembaran negara sebagai perkumpulan berbadan hukum oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia RI beberapa waktu lalu.
“Acara yang kami gelar bersama pengurus Pemuda Pancasila Yogyakarta hari ini merupakan rangkaian awal program kerja Pers Siber Indonésia” kata Mula selaku pjs Ketua DPD Pers Siber Indonésia DIY, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Mula, PSI secara resmi dan sah sebagai Pers Siber Indonésia dan Média Sosial yang berkedudukan di Kota Bandar Lampung nanti menjadi wadah perlindungan HAM kepada setiap insan pers di Indonesia.
“Untuk kota Jogjakarta saat ini sudah terbentuk kepengurusan termasuk kepengurusan dewan pimpinan cabang lima kabupatèn,” kata reporter dari Taburai TV itu.
Dalam menjalankan program kerja PSI di Jogjakarta berkolaborasi dengan MPW Pemuda Pancasila DIY bertempat di Ndalem Sambisari 234 Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta digelar acara Pelatihan Survival dan Proteksi dengan Thema Kunci Keselamatan Jurnalis.
Pelatihan survival yang dihadiri pengurus Pemuda Pancasila dan kalangan insan pers berbagai media siber dan online di Jogjakarta itu secara resmi dibuka Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW)Pemuda Pancasila DIY Faried Jayen Soeparjan.
“Yogya itu sebagai daerah setengah kerajaan sebenarnya bukan daerah konflik tapi rawan konflik. Yogyakarta itu barometer nasional kalau panas daerah lain ikut panas begitu juga kalau dingin daerah lain ikut dingin” kata Farid.
Farid menyambut baik acara yang digelar berkolaborasi dengan PSI DIY dan menaruh perhatian besar dengan terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis termasuk kesejahteraan jurnalis dan keluarganya.
“Saya menaruh rasa prihatin terjadinya kasus kekerasan terhadap jurnalis. Dan sudah saatnya pemerintah peduli termasuk kesejahteraan jurnalis dan keluarganya” pungkasnya.
Dua pakar pembicara yang memberikan materi pelatihan, David Krav dari KMI Self Defense Tactical Instructours dan Beawiharta dari Visual Storyreller Former Reuters photography.
David adalah Instruktur Kepala di Komando Indonesia dan KAPAP Indonesia Academy.
Ia adalah salah satu instruktur resmi untuk Avi Nardia KAPAP Combatives di Indonesia, dan merupakan instruktur kontra teror dan CQB (Close Quarter Battle) untuk Pasukan Khusus Angkatan Darat Indonesia.
Sementara Beawiharta yang dikenal sebagai fotografer yang dikenal banyak memotret berbagai konflik di Indonesia diantaranya kerusuhan tahun 1998 di Jakarta dan berbagai konflik yang terjadi di Indonesia dan luar negeri membawanya bekerja di Reuters yang merupakan salah satu kantor berita terbesar di dunia.
(Ridar/Prio)







