Persit Ranting 6 Koramil 05/KJ ikut Zoominar Kowani

oleh -
Img 20200726 141650

NASIONALNEWS.ID, JAKARTA – Ibu Persit Ranting 6 Koramil 05/ Kebon Jeruk Kodim 0503/Jakarta Barat mengikuti seminar jarak jauh online Zoominar yang di selenggarakan oleh Kowani di Makoramil 05 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (25/7/2020).

Kegiatan tersebut dalam menghadapi Era New normal dari perspektif lintas Agama melalui aplikasi digital Zoom Meeting, dengan Moderator Dr. Hj. Azizah dan Keynote Speech Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi.

Hadir dalam kegiatan Zoominar antara lain Menteri Agama Fachrul Razi, Dr.Ir.Giwo Rubianto Wijoyo (Ketua Umum Kowani), Prof.Masyitoh Chusnan (Kordinator Bidang agama), Dra.Hj.Maryam A Thohari (Ketua bidang agama) dan 7 orang Perwakilan Ibu-Ibu Persit KCK Ranting 6 Koramil 05/KJ Cab XVII Dim 0503 Jakarta Barat dipimpin Ketua Ranting Ibu Edy Moerdoko.

H.Yusnar Yusuf Tokoh Agama Islam mengatakan, corona ini memang ada, jadi harus percaya.

“Yang goib saja kita percaya apalagi corona ini yang bisa dilihat dengan Miscroskop, jadi kita harus perbanyak Ikhtiar, berdoa dan Tawakal” tutur H.Yusnar Yusuf Rangkuti.

“Mengalami kondisi yang tidak biasanya kita lakukan tetapi di dalam ajaran Buddha, pola hidup yang bebas membuat kita merasa takut jadi kita harus melakukan meditasi diri kita untuk mengenali emosi kita,” kata tokoh Agama Budha.

Sementara Umat Nasrani menjelaskan, New Normal keadaan yang membuat tidak normal yang perlu dibenarkan dalam kehidupan.bahwa pandemik covid -19 telah terjadi menungu masa pemulihan bahwa kaum ibu sangat sangat penting di lini terdepan untuk mendatangkan tanda-tanda terdepan dalam era Covid -19.

Umat Katholik RI mempunyai gerakan untuk membantu covid -19 yaitu gerakan yang di sebut untuk ibu Indonesia pendistribusikan masker, kepasar, anak, pemulung, tukang ojek, sembako dan nasi bungkus.

Umat Hindu bahwa masyarakat harus lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, didalam agama hindu selalu memegang ajaran yang di sebut panca mania brata artinya lima macam tingkat kerohanian pengendalian diri.

“Pada intinya menghadapi new normal kita harus selalu lebih banyak lagi mendekatkan diri kepada keimanan agama kita masing masing, jaga kesehatan, makan makanan yang sehat lima sempurna dan mematuhui anjuran yang telah di tetapkan oleh pemerintah agar selalu menjaga Protokol kesehatan, distancing atau jaga jarak, hindari tempat tempat kerumunan dan keramaian, memakai masker, cuci tangan dengan sabun dan selalu berihtiar, berdoa dan tawakal,” tutup para narasumber. (Budi Beler)