NASIOANALNEWS.ID,YOGYAKARTA-Royal Ambarrukmo Yogyakarta merupakan hotel bintang lima yang berada di jantung kota Istimewa, dalam perayaan yang ke-14 yang jatuh setiap 18 Oktober. Tahun ini Hotel Royal Ambarukmo mempersembahkan Ambarrukmo Atisomya, sebuah program eksklusif yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman budaya Jawa yang autentik dalam keramahtamahan kelas dunia. Melalui program ini, Royal Ambarrukmo menegaskan posisinya sebagai destinasi heritage luxury terdepan yang tidak hanya menginap, tetapi juga menghidupkan kembali kekayaan tradisi Jawa.
Marketing Communication Manager, Leno Christiannaldo menjelaskan, makna Atisomya ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti elok, paling indah, luhur, dan penuh keanggunan.
Lebih jauh Leno Christiannaldo mengatakan kepada media Sejalan dengan filosofi tersebut, Ambarrukmo Atimsomya menawarkan pengalaman yang mengajak tamu untuk masuk lebih dalam ke inti budaya.
“Bukan sekadar pertunjukan atau tontonan, melainkan pengalaman partisipatif di mana setiap tamu dapat merasakan langsung nilai, filosofi, dan keindahan tradisi Jawa, “Budaya kang Hambudidaya,”. Tuturnya
Sebagai bagian dari perayaan yang ke-14 tahun, Royal Ambarrukmo mempersembahkan dua agenda budaya utama yang dirancang untuk membuka wawasan sekaligus memperkenalkan kembali tradisi Keraton :
- Patehan
Prosesi jamuan feh diadopsi dari Karaton Kasultanan Yogyakarta yang
penuh tata krama dan filosofi. Dalam prosesi ini, tamu akan menyaksikan keindahan setiap gerakan yang mencerminkan kesopanan, keselarasan, dan ketenangan. Lebih dari sekadar minum teh, Patehan adalah simbol penghormatan dan nilai ajaran kesabaran.

- Ladosan Dhahar
Sebuah tradisi jamuan makan istana yang sarat makna, di mana setiap sajian tidak hanya memanjakan lidah, namun juga menyimpan makna khusus. Ladosan Dhahar akan menghadirkan pengalaman gastronomi budaya yang elegan, menyatukan cita rasa tradisional dengan suasana heritage. Salah satu menu yang disajikan di Ladosan Dhahar adalah Sapitan Lidah. Hidangan Eropa yang masuk ke Jawa ini adalah kegemaran Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Kegemarannya pada menu Eropa adalah salah satu strategi agar tidak mudah disiasati oleh pemerintah Hindia Belanda. Selain itu disajikan juga Rondo Topo, sebuah tinggalan kuliner Portugis, karakternya sama dengan pudding telur. Rondo Topo ini merupakan hidangan yang disiapkan khusus untuk kaum bangsawan.

“Kedua agenda ini dirancang untuk memberi pengalaman autentik bagi para tamu, sekaligus menjadi simbol perjalanan Royal Ambarrukmo yang selama 14 tahun menjadi salah satu pilar penjaga warisan budaya dalam balutan layanan berkelas dunia,” Imbuhnya
Royal Ambarrukmo Yogyakarta bukan sekadar hotel, melainkan destinasi edukasi dan sejarah. Berdiri dilahan kompleks Pesanggrahan Kedhaton Ambarrukmo, hotel ini menyimpan rekam jejak pada setiap bagian, seperti Bale Kambang dan Pendopo Agung yang utuh terjaga. Nuansa heritage inilah yang membuat setiap momen Ambarrukmo Atisomya begitu otentik. Dengan layanan bintang lima, perayaan 14 tahun ini bukan hanya tentang menengok ke masa lalu, tetapi juga merangkai masa depan: menjadikan budaya Jawa relevan, elegan, dan tak terlupakan bagi tamu dari seluruh dunia.
Bagi para tamu yang ingin merasakan dan menikmati tradisi Patehan & Ladosan Dhahar ini bisa langsung melakukan reservasi melalui platform media sosial Facebook Sales Royal Ambarrukmo Yogyakarta atau di nomor contak person 082136304848.
(RIDAR*)











