NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, Rutan Kelas IIB Banyumas menegaskan komitmennya untuk memperkuat pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika melalui pengawasan ketat, sinergi lintas instansi, serta pembinaan berkelanjutan bagi warga binaan.
Mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas 2045”, Rutan Banyumas memastikan seluruh langkah pencegahan dan penindakan terus diperkuat demi mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa HANI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat integritas seluruh jajaran dalam memerangi narkotika.
“Kami berkomitmen tanpa toleransi untuk terus menjadi Rutan BERSINAR (Bersih dari Narkoba). Melalui sinergi P4GN bersama BNN, kepolisian, dan instansi terkait, kami memastikan langkah pencegahan dan pemberantasan narkotika berjalan nyata. Ini merupakan kontribusi kami dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Anggi.
Sebagai tindak lanjut, Rutan Banyumas memperketat prosedur kunjungan dan pemeriksaan barang bawaan sesuai standar operasional, menggelar inspeksi mendadak secara rutin dan insidental bersama aparat penegak hukum, memperkuat kolaborasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), serta mengintensifkan program rehabilitasi dan pembinaan mental spiritual bagi warga binaan.
Menurut Anggi, lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba sekaligus membentuk pribadi yang siap kembali ke masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus bersinergi menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika.
“Melindungi generasi muda, termasuk warga binaan yang sedang menjalani proses pembinaan, merupakan investasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.Naskah ini disusun dengan gaya hard news: menempatkan fakta utama di awal (lead), diikuti pernyataan narasumber, langkah konkret, dan penutup yang menegaskan nilai berita.
(Widhiantoro)






