NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas menggelar skrining tes Tuberkulosis (TBC) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan rutan yang memiliki tingkat interaksi tinggi.
Skrining tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Banyumas dan diikuti 100 WBP. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap mulai dari pendataan, wawancara kesehatan, hingga pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur medis.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Banyumas, Sigit Purwanto, menegaskan skrining ini merupakan bentuk keseriusan rutan dalam menjaga kesehatan warga binaan.
“Kegiatan skrining ini merupakan langkah preventif yang rutin kami lakukan bekerja sama dengan fasilitas kesehatan setempat. Kami ingin memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau dengan baik sehingga apabila ditemukan indikasi penyakit dapat segera ditangani secara cepat dan tepat,” kata Sigit.
Ia menekankan bahwa deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan TBC, mengingat lingkungan rutan berpotensi menjadi tempat penyebaran penyakit apabila tidak diantisipasi.
Kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari para warga binaan. Salah satu WBP berinisial S (30) mengaku terbantu dengan pemeriksaan tersebut karena memberikan kepastian mengenai kondisi kesehatannya.
“Saya merasa senang karena kesehatan kami diperhatikan. Dengan adanya pemeriksaan seperti ini kami jadi lebih tahu kondisi kesehatan diri sendiri dan bisa lebih waspada menjaga kesehatan selama berada di dalam rutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan pelayanan kesehatan merupakan prioritas dalam sistem pemasyarakatan. Ia menyebut skrining TBC menjadi bagian dari komitmen rutan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan bagi seluruh warga binaan. Skrining TBC ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menciptakan lingkungan rutan yang sehat, aman, dan bebas dari penyebaran penyakit menular. Kami juga mengapresiasi dukungan dari Puskesmas Banyumas yang telah bersinergi dalam kegiatan ini,” tutur Anggi.
Rutan Banyumas berharap skrining ini tidak hanya memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga binaan untuk menjaga kesehatan. Sinergi dengan Puskesmas Banyumas pun dipastikan akan terus diperkuat sebagai bagian dari pelayanan kesehatan berkelanjutan di lingkungan pemasyarakatan.
(Widhiantoro)






