Prevalensi Stunting di Banjarnegara Sebesar 20 Persen Lebih, Kemendukbangga: Lampaui Angka Nasional

oleh -
img 20260617 wa0579

NASIONALNEWS.ID, Banjarnegara – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menilai pembangunan bangsa harus dimulai dari keluarga.

Jadi, peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) menjadi sangat penting dalam mendampingi keluarga Indonesia guna mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

“Kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarga. Dan dimulai dari pendamping-pendamping keluarga. Saya bisa bertemu para pahlawan-pahlawan keluarga yang setiap hari mendampingi calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, hingga lansia,” kata Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji.

Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri Temu Kader TPK dan Silaturahmi dalam rangka Penguatan Program Bangga Kencana di Desa Batur, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng) pada Rabu (17/6/2026).

Kegiatannya dihadiri 401 kader TPK, Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana, Ketua DPRD Banjarnegara Slamet, S.M., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

TPK memiliki peran strategis, karena menjadi garda terdepan yang mendampingi keluarga pada berbagai fase kehidupan, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, balita, remaja, dan lansia.

Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana menambahkan kontribusi para kader TPK turut membantu pemerintah daerah (pemda) dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Tim Pendamping Keluarga Banjarnegara adalah kader-kader terbaik dan sangat membantu pemerintah kabupaten dalam hal stunting,” ujarnya.

Wihaji mengungkapkan prevalensi stunting di Kabupaten Banjarnegara sebesar 20,9%. Angka ini melewati angka nasional sebesar 19,8%.

Percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama melalui pendampingan yang dilakukan secara langsung kepada keluarga sasaran.

“Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh yang dipengaruhi berbagai faktor, seperti pernikahan dini, kurangnya asupan gizi, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya edukasi pola asuh,” tuturnya.

“Karena itu, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat Program Bangga Kencana yang berfokus pada upaya pencegahan sejak sebelum kelahiran.”

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mencegah stunting.

Langkah ini diminta dukungannya kepada Pendamping Keluarga yang diharapkan dapat menjangkau keluarga sasaran secara tepat sekaligus memperkuat pembangunan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.

No More Posts Available.

No more pages to load.