NASIONALNEWS.id,JOGYAKARTA-Tokoh masyarakat Madura dan warga Désa Wirokerten Kecamatan Banguntapan Kabupatèn Bantul Jogyakarta mengajukan usul pada Kantor Dinas Kebudayaan untuk melakukan survei dan menetapkan tapak peninggalan sejarah Tumenggung Wirokerti terdaftar sebagai benda cagar budaya.
“Mengingat peranan panglima perang itu yang ikut ambil bagian dalam perjalanan sejarah. Kami pandang perlu peninggalannya didaftarkan sebagai benda cagar budaya,” kata Cak Subur Adi Cahyono hari Jumat malam (12/9/2025) dipenghujung acara Maulid Nabi Muhammad SAW keluarga besar KMY.
Menurut Cak Subur Adi Cahyono pada saat Sri Sultan Hamengkubuwono IX (Wakil Presiden RI) kediaman trah keturunan Tumenggung Wirokerti sering mendapatkan kunjungan Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu. “cerita itu kami peroleh dari keturunan Tumenggung Wirokerti yang lokasi tanah bangunan rumah joglo milik kami kami beli dari keturunan beliau,” ujar Cak Subur Adi Cahyono.

Sultan Agung salah satu penguasa kerajaan Mataram Islam membuat VOC Belanda kewalahan. Sang sultan ini mengirimkan panglima perang yang memiliki kekuatan magis buat pasukan VOC Belanda kocar-kacir dibuatnya. Salah satunya Tumenggung Wirokerti yang beberapa tapak tapak sejarahnya bisa kita saksikan sampai sekarang di Desa Wirokerten Kecamatan Banguntapan kabupatèn Bantul Jogyakarta. Berupa bangunan tua berusia ratusan tahun yang terletak di pinggir jalan kampung Desa Wirokerten Banguntapan Bantul sekitar berjarak 300 meter dari Masjid Miftahul Huda .Pada dasarnya bangunan ini terdiri dari tiga bagian yakni bangunan rumah Joglo sebagai bangunan utama, bangunan omah mburi berbentuk limasan, dan dapur atau pawon berbentuk kampung.
“Makam tumenggung wirokerti leluhur penduduk desa sering diziarahi warga termasuk warga dari luar,” kata Zubaidi (74) seorang warga.
Makam tua itu kata Zubaidi berlokasi di bantaran Sungai Gajahwong.
” Selain makam tua kalau dulu waktu saya kecil disepanjang bantaran sungai itu ditemukan goa goa yang menurut cerita lubang persembunyian prajurit perang Mataram,” tutur Zubaidi.
Desa Wirokerten dibentuk pada 9 Desember 1949, nama Wirokerten berasal dari rasa ingin mengenang seorang tokoh yang dianggap oleh masyarakat sebagai seorang pemberani dan berjuang semata-mata untuk kejayaan Kerajaan Mataram pada waktu itu. Tokoh tersebut adalah Tumenggung Wirokerti. Beliau merupakan komandan pasukan perang Sultan Agung. Sehingga untuk menghormati jasa-jasa Tumenggung Wirokerti yang pemberani tersebut, maka nama “Wirokerten” dari asal kata “Wirokerti” dipakai sebagai nama Desa ini sampai sekarang.
“Desa Wirokerten merupakan cikal bakal terbentuknya desa dan kelurahan di Kabupaten Bantul sebelum terbentuknya desa dan kelurahan yang lain,” kata Zubaidi.
Pada saat gempa bumi hebat yang dikenal dengan Gempa Bumi Bantul tahun 2006 adalah peristiwa gempa bumi tektonik yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.Seluruh bangunan rumah warga hancur luluh lantak dan memakan korban lima warga meninggal dunia tertimpa puing puing bangunan yang roboh. “Hanya rumah joglo tua punya tumenggung wirokerti yang tedas (kuat),” kata Zubaidi.
(Ridar/PA).







