Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang Gelar Bimtek untuk KSP dan USP

oleh -
Bidang Koperasi Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang

NASIONALNEWS.ID KOTA TANGERANG – Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Indagkop UKM) mengelar bimbingan tekhnis (Bimtek) Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) yang ada di Kota Tangerang. Kegiatan itu diisi pemateri dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Dewan Pengawas Koperasi Wilayah (Dekopinwil) diadakan selama dua hari, Rabu dan Kamis 17-18 Maret 2021 di Gedung Cisadane Kota Tangerang.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Indagkop UKM Kota Tangerang, Abdul Kholil Kurniawan menjelaskan, bahwa Bimtek tersebut merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi (Permenkop) nomor 15 tahun 2015 tentang Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi dan Peraturan Deputi (Perdep) nomor 1 tahun 2016 tentang Pedoman Penilaian Kesehatan KSP dan USP Koperasi.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan yang harus dilaksanakan sesuai dengan Permenkop nomor 15 tahun 2015, penilaian koperasi dan mengacu pada peraturan Deputi Koperasi nomer 1 Tahun 2015, nomor 1 tahun 2016 tentang pedoman KSP dan USP,” terang Kholil kepada Nasional News usai acara di Gedung Cisadane, Rabu (17/3/2021).

Kholil menjelaskan, sebanyak 25 KSP dan USP yang ada di Kota Tangerang yang diwakili masing-masing dua peserta, mengikuti kegiatan tersebut, dengan tujuan menyehatkan manajemen Koperasi yang ada di Kota Tangerang.

“Acara ini diikuti 25 UKM dan USP yang diwakili masing masing dua orang, tujuannya agar Koperasi di Kota Tangerang dapat melakukan esesmen kesehatan koperasinya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar nantinya dapat memberikan layanan prima, jadi mereka bisa mengetahui kredibilitas koperasinya, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kegiatan KSP dan USPnya serta memudahkan masyarakat atau calon anggota Koperasi dalam menilai kesehatan koperasinya,” terangnya.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dilakukan dalam membantu koperasi lebih berkembang, lebih mandiri dan dapat menilai sendiri sehat atau tidaknya Koperasi.

“Ruang lingkup yang akan mejadi penilaian Koperasi yaitu, tentang permodalan, kualitas, aktif dan produktif, manajemen aktifitas kemandirian dan jati diri koperasi, pertumbuhan likuiditas dan kemandirian koperasi serta jati diri koperasi,” tutupnya.

Dinas indagkop UKM kota Tangerang

Fungsional Pengawas Ahli madya Kementerian Koperasi dan UKM, Mulyanto mengatakan, bahwa kedepannya proses pengawasan Koperaai tidak lagi dilakukan secara parsial tetapi menyeluruh.

“Penilaian KSP dan USP saat ini masih mengacu pada Perdep 06 dan 07, untuk konvensional yang berlaku sampai 30 juni 2021. Permenkop 29 tahun 2020  tentang Pengawasan Koperasi arahnya adalah yang tadinya dilakukan secara parsial dari sisi pemeriksaan kesehatan kelembagaan USP, dengan terbitnya Permen 09 tahun 2020 yang berlaku pada tanggal 1 juli 2020, bidang perkoperasian akan mengeluarkan kertas juklak dan juknis yang tadinya secara parsial laporan keuangan dan aspek manajemen yang ada di koperasi kini dilakukan secara menyeluruh,” jelasnya.

Nantinya kata Mulyanto, dengan hadirnya permen koperasi akan lebih mudah melakukan pengawasan, karena pengawasan akan dilakukan secara digital sehingga tidak perlu lagi pemeriksaan dilakukan secara parsial.

“Nantinya pemeriksaan akan kita lakukan secara digital, tidak perlu lagi mengunakan anggaran, waktu dan personil yang banyak,” tandasnya. (Adv)

No More Posts Available.

No more pages to load.