NASIONALNEWS.ID SUMATERA BARAT – Wakil Bupati Pasaman Barat, M. Ipan menghadiri High Level Meeting (HLM ) Tim pengendalian Inflansi Daerah Provinsi dan kabupaten/ kota se wilayah Sumatra Barat.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Anggun Nantongga, kantor Perwakilan Bank Indonesia, Kamis (22/1/2026).
Dalam forum tersebut, wakil bupati M.Ihpan memaparkan secara gamblang kondisi pasaman barat, pasca bencana Alam yang terjadi sepanjang tahun 2025 silam.
M.Ihpan menjelaskan, bencana Alam yang melanda wilawayah pasaman barat, berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar banjir maupun longsor, khususnya terhadap inflasi.
Ditambahkannya, kabupaten Pasaman Barat memiliki luas wilayah sekitar3.864.02 kilometer persegi, dengan administrasi pemerintahan yang mencakup 11 kecamatan,90 Nagari, dan 258 Jorong, dengan Jumlah penduduk 457.803. jiwa pada semerter 1tahun 2025.
Disamping itu, berdasarkan data pertanggal 29 Desember tahun 2025, tercatat sekitar 1.005 Hektar lahan pertanian dan 12.071,5 Hektar lahan perkebunan terdampak bencana “, ungkap M.Ihpan dengan nada prihatin.
Sementara kerugian pada sektor ekonomi pasca bencana alam di kabupaten pasaman barat mencapai Rp 51,36 miliyar.
Kerugian terbesar berasal dari subsektor pertanian dengan nilai mencapai 47,27 miliyar, meliputi kerusakan sawah seluas 522 hektar di 10 wilayah kecamatan, serta lahan jagung seluas 81 hektar.
Selain itu, subsektor perikanan juga mengalami kerugian sekitar Rp 2 miliayar akibat hanyutnya sekitar 20 ton ikan siap panen pada satu kelompok budidaya ikan dilahan seluas 3 Hektar.
Sementara Subsektor perternakan mencatat kerugian Rp 281,5 juta, akibat ternak kambing tertimbum akibat longsor, termasuk ternak kerbau dan sapi yang hanyut.
Pada sektor perdagangan, satu los pasar di kecamatan Ranah batahan mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp 140 juta. Sedangkan pada subsektor Koperasi dan UMKM lpptercatat 636 kios terdampak di 5 kecamatan dan 7 Nagari dengan total kerugian Rp 1.67 miliyar. (Zan)






