NASIONALNEWS.ID | Serang – Kondisi rumah tidak layak huni milik Ibu Jamsah, warga Kampung Sukajaman RT 007/003, Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyita perhatian publik. Berdasarkan pantauan awak media, hunian sederhana tersebut tampak jauh dari kata layak dan menimbulkan kekhawatiran serius bagi keselamatan penghuninya, kamis (04/12/2025).
Bangunan yang dindingnya hanya berupa anyaman bilik dan sebagian kayu lapuk itu tampak rapuh dimakan usia. Beberapa perabot seperti lemari dan bangku sudah tak layak pakai. Dapur rumah pun nyaris roboh, dengan bagian yang bolong dan jebol. Kondisi atap tidak kalah memprihatinkan—kayu penyangganya keropos, sementara sebagian asbes telah pecah, membuat air hujan mudah merembes masuk ke dalam rumah.
“Kalau hujan deras, kami sering kebocoran. Air masuk dari mana-mana,” tutur Ibu Jamsah dengan nada lirih. Ia tinggal bersama anak-anaknya yang masih kecil, berjuang seorang diri sebagai janda sekaligus tulang punggung keluarga dengan pekerjaan serabutan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga sekitar mengaku prihatin dan iba melihat kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Menurut mereka, keadaan rumah Ibu Jamsah bukan hanya tidak layak, tetapi juga membahayakan keselamatan. “Saat ini cuaca sering hujan disertai angin kencang. Rumah itu bisa saja roboh sewaktu-waktu,” ujarnya salah satu warga setempat.
Wakil Bupati Tangerang Tinjau Rumah Tidak Layak Huni di Desa Renged
Mereka menilai pemerintah desa seharusnya lebih peka terhadap kondisi warganya, terutama yang tinggal di bawah garis kemiskinan. Hingga kini, belum terlihat adanya bantuan nyata dari Pemerintah Desa Teras untuk menangani permasalahan tersebut, meski berbagai program bedah rumah dari pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah telah lama tersedia.
“Pemerintah desa seharusnya membantu, bukan justru terkesan tutup mata. Warga seperti Ibu Jamsah sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan,” kata warga lainnya.

Masyarakat berharap ada langkah cepat dan tegas dari aparatur desa maupun pemerintah daerah untuk membantu warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan seperti Ibu Jamsah. Mereka menilai ketimpangan sosial masih sangat terasa, sementara sebagian pejabat justru hidup dalam kemewahan.
“Kami berharap pemerintah lebih menggunakan hati nurani. Banyak rakyat hidup pas-pasan, mereka butuh kepedulian, bukan sekadar janji,” tutup warga sekitar lainnya.
Berita ini menjadi pengingat bahwa masih banyak keluarga di pelosok desa yang membutuhkan perhatian serta aksi nyata demi kehidupan yang lebih layak dan manusiawi. (Farid)
Editor : Daenk











