NASIONALNEWS.ID, Serang – Kondisi rumah tidak layak huni milik seorang janda bernama Saiyah, warga Kampung Renged RT 03/001, Desa Renged, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, memprihatinkan. Hingga kini Rabu (26/11/2025), rumah yang ia tinggali bersama dua anaknya itu tampak rapuh dan nyaris tak layak untuk ditempati.
Pantauan di lokasi menunjukkan, dinding rumah terbuat dari bilik bambu yang sebagian sudah lapuk dimakan rayap, sementara bagian dapur mengalami kerusakan parah hingga berlubang. Atap rumah pun tak kalah mengkhawatirkan—kayu penyangga tampak rapuh dan sejumlah genteng pecah, sehingga setiap kali hujan turun, air deras langsung masuk ke dalam rumah.
“Kalau hujan, kami sering kebocoran. Saya kadang menangis karena sulit cari kerja di Serang. Banyak lowongan tapi pakai uang administrasi, dari mana kami punya,” ujar Syahidullah, anak dari Ibu Saiyah, yang kini menjadi tulang punggung keluarga meski hanya bekerja serabutan.
Menurut Miftahudin, sepupu dari Ibu Saiyah, kondisi keluarganya sudah lama memprihatinkan. “Ibu Saiyah sering sakit-sakitan, sementara anaknya berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dengan pekerjaan serabutan,” ungkapnya.
Sejumlah warga mengaku iba melihat kondisi rumah tersebut. Mereka menilai bahwa keluarga ini seharusnya mendapat perhatian lebih dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah, terlebih adanya berbagai program bantuan seperti bedah rumah tidak layak huni yang telah dijalankan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Dulamin, warga setempat, menegaskan kondisi rumah tersebut membahayakan penghuninya. “Rumah itu bisa roboh kapan saja, apalagi musim hujan dan angin kencang seperti sekarang. Seharusnya pemerintah desa lebih peka membantu warganya yang hidup di bawah garis kemiskinan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah mampu lebih peduli dan menggunakan nurani dalam melihat kondisi masyarakat miskin di wilayahnya. “Masih banyak rakyat yang hidup pas-pasan, sementara pejabat hidup berkecukupan. Kesenjangan sosial ini akan terus lebar kalau tidak ada kepedulian,” kata Dulamin.
Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa masih ada warga yang belum tersentuh bantuan, meski berbagai program penanggulangan kemiskinan telah tersedia. Masyarakat setempat berharap pemerintah Desa Renged maupun pihak terkait dapat segera mengambil langkah konkret agar keluarga Ibu Saiyah dapat hidup dengan lebih layak dan aman. (Farid)
Editor : Daenk








