Sleman Tebar 50 Kg Ikan Lokal, Jaga Ekosistem Sungai

oleh -
img 20261012 161735

NASIONALNEWS.ID, SLEMAN — Pemerintah Kabupaten Sleman menebar 50 kilogram ikan lokal di Sungai Gayam, hulu Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Ngaglik, Sabtu (10/10/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem perairan sekaligus melestarikan populasi ikan lokal.

Penebaran ikan jenis nilem dan tawes tersebut dilakukan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman melalui Gerakan Cinta Air bertema “Setetes Kebaikan untuk Bumi”.

Tak hanya menebar ikan, kegiatan ini juga mengajak masyarakat terlibat langsung menjaga kebersihan sungai, mengendalikan ikan invasif, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya merawat sumber daya air.

Kepala DP3 Kabupaten Sleman, Liem Astuti, mengatakan air merupakan sumber kehidupan yang berperan penting bagi keberlangsungan ekosistem, penyediaan air baku, hingga produktivitas sektor perikanan.

img 20261012 162523

Namun, perubahan iklim dan aktivitas manusia dapat menurunkan kualitas air, memicu pendangkalan sungai, serta mengancam populasi ikan di perairan umum.

“Melalui Gerakan Cinta Air, kami ingin mengajak masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian sumber daya air. Langkah sederhana yang dilakukan bersama diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Liem.

Gerakan Cinta Air di Embung Jetis Suruh juga diisi dengan pemancingan ikan invasif untuk mengendalikan populasi organisme yang berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem perairan.

Masyarakat turut mengikuti aksi bersih lingkungan dan sungai. Kegiatan ini bertujuan mengurangi sampah sekaligus mencegah penyumbatan aliran air yang dapat mengganggu fungsi sungai.

Upaya menjaga lingkungan juga menyasar generasi muda. Anak-anak diajak mengikuti lomba mewarnai, mengenal ekosistem perairan, serta mempelajari pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam.

Edukasi tersebut dilengkapi dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) untuk mengenalkan manfaat konsumsi ikan kepada masyarakat sejak dini.

Selain fokus pada lingkungan, kegiatan ini turut memberi ruang bagi pelaku usaha lokal melalui bazar tematik. Bazar tersebut menjadi sarana promosi produk perikanan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemasangan papan larangan di kawasan perairan juga dilakukan untuk mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Liem mengatakan Sleman memiliki kawasan hulu, embung, dan daerah aliran sungai yang berperan penting sebagai daerah resapan, penyedia cadangan air, serta penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Karena itu, pelestarian sumber daya air membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas, hingga masyarakat.

Menurutnya, menjaga perairan tidak cukup hanya mengandalkan kegiatan sesaat. Kesadaran dan partisipasi masyarakat perlu terus dibangun agar upaya konservasi memberikan manfaat jangka panjang.

Liem berharap Gerakan Cinta Air tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Melalui tema ‘Setetes Kebaikan untuk Bumi’, kami berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat membawa manfaat bagi kelestarian sumber daya air dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sleman,” pungkasnya. (Jat)

No More Posts Available.

No more pages to load.