NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (Kementerian PU) memperkuat kesiapsiagaan infrastruktur untuk menghadapi potensi bencana lahar dingin.
Langkah ini dilakukan lantaran Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) berada pada Level III (Siaga).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kondisi dan fungsi Sabo Dam di kawasan Gunung Sinabung tetap optimal.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan kesiapsiagaan infrastruktur dan sumber daya kementerian ini menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan bencana di berbagai daerah.
“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani. Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait agar penanganan berjalan cepat,” katanya.
Pemeriksaan Sabo Dam di Kawasan Gunung Sinabung dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan.
Langkah ini untuk memastikan kondisi seluruh infrastruktur pengendali sedimen dan materian lahar tersebut tetap berfungsi dalam mendukung upaya mengurangi risiko terhadap masyarakat dan infrastruktur di wilayah hilir.
Pasalnya, material vulkanik yang mengendap di kawasan Gunung Sinabung dapat terbawa aliran air dan berpotensi menjadi aliran debris atau banjir lahar dingin ketika hujan turun.
Material berupa pasir, kerikil, dan batu berukuran besar yang berpotensi mengganggu alur sungai dan menimbulkan dampak terhadap masyarakat, lahan pertanian, serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai.
Pembangunan infrastruktur Sabo Dam ini dilaksanakan sejak tahun 2016 dan rampung pada 2019.
Sebanyak 28 bangunan Sabo Dam yang berada di empat aliran sungai yang berada di Kawasan Gunung Sinabung, yakni Sungai Lau Borus, Lau Perita, Lau Perbaji, dan Lau Bekerah.
Keberadaan Sabo Dam memiliki peran strategis dalam mengendalikan material vulkanik sebelum mencapai kawasan hilir.
Bangunan tersebut dirancang untuk mengendalikan arah aliran, menahan sekaligus menampung material sedimen yang terbawa aliran sungai.
Kesiapsiagaannya menjadi semakin penting seiring meningkatnya aktivitas Gunung Sinabung.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU untuk memastikan infrastruktur tetap siap menghadapi kondisi darurat. Ketika bencana terjadi, kecepatan respons dan terjaganya akses masyarakat menjadi prioritas utama.






