Apel Ikrar Zero Halinar Bapas Purwokerto: Tegaskan Integritas, Sanksi Terberat Pemecatan hingga Pidana

oleh -
oleh
apel ikrar bebas halinar lapas kelas ii purwokerto
Apel Zero Halinar (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba) di Pimpin oleh Kepala Bapas Kelas II Purwokerto ‘Bluri Wijaksono’. Rabu (22/04/2026)

NASIONALNEWS.id PURWOKERTO—Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto menggelar Apel Ikrar Zero Halinar (handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba) sebagai langkah penguatan integritas dan profesionalisme aparatur pemasyarakatan. Program Zero Halinar menegaskan komitmen institusi untuk di lingkungan kerja.

Kepala Bapas Purwokerto, Bluri Wijaksono, menegaskan bahwa komitmen tersebut bukan sekadar slogan seremonial, melainkan ditopang aturan disiplin yang jelas dan konsekuensi tegas bagi pelanggar.

“Setiap peraturan ada sanksi dan kemungkinan ada reward yang diberikan kalau melaksanakan dengan baik,” kata Bluri.

Menurutnya, sanksi bagi pegawai yang melanggar prinsip Halinar dapat berjenjang, mulai dari peringatan lisan maupun tertulis hingga tindakan administratif seperti pemindahan. Bahkan, pegawai yang dianggap berada di posisi rawan pelanggaran dapat dipindahkan sementara ke Kantor Wilayah untuk pembinaan.

Namun Bluri menegaskan bahwa bentuk hukuman tertinggi adalah pemecatan, bahkan dapat berujung proses pidana jika pelanggaran masuk ranah hukum.

“Dari sanksi yang tertinggi bahkan sampai dengan pemecatan dan mungkin diarahkan ke pidana. Tapi yang paling utama, yang paling tinggi, pemecatan,” ujarnya.

Klaim Zero Halinar: Tes Urine Negatif, Pungli Nihil

Dalam kesempatan tersebut, Bluri juga menyampaikan evaluasi kinerja selama hampir satu tahun masa kepemimpinannya di Bapas Purwokerto. Ia menyebut, tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan Halinar dalam institusi yang dipimpinnya.

“Alhamdulillah selama saya memimpin di sini hampir satu tahun, saya secara pribadi maupun laporan tidak ada yang terindikasi dengan penyalahgunaan halinar. Saya jamin untuk Bapas Purwokerto zero halinar,” tegasnya.

Terkait penggunaan handphone, Bluri menyebut kondisi di Bapas berbeda dengan lembaga pemasyarakatan, sebab tidak ada larangan khusus sebagaimana di lapas. Sementara untuk narkoba, ia memastikan tidak ada pegawai yang terindikasi sebagai pengguna maupun pengedar.

Keyakinan itu, menurutnya, diperkuat dengan hasil tes urine yang sebelumnya dilakukan meski secara sampling.

“Semua negatif. Semua dinyatakan negatif,” katanya.

Sedangkan mengenai pungutan liar, Bluri mengklaim institusinya bersih dari praktik tersebut.

“Saya sebagai pimpinan, tidak ada pungli di Bapas. Jadi Bapas bersih dan mudah-mudahan bisa dipertahankan setiap saat atau setiap tahunnya,” ujarnya.

Bapas Dampingi 680 Klien, Fokus Pembinaan Sosial

Bluri menyebut keberhasilan menjaga iklim kerja bersih bukan semata hasil kepemimpinannya, melainkan karena kesiapan dan kapasitas pegawai Bapas Purwokerto yang dinilai sudah mandiri.

Ia juga memaparkan bahwa saat ini Bapas Purwokerto menangani hampir 680 klien pemasyarakatan, dengan sejumlah klien telah menunjukkan perkembangan positif dalam reintegrasi sosial.

“Banyak yang telah berprestasi atau telah menemukan jalannya untuk lebih baik, misalnya bekerja di toko, bekerja di pencucian mobil dan motor, dan juga di kantin,” ungkapnya.

Ia menilai pembimbingan dan layanan yang berjalan konsisten menjadi fondasi penting untuk mendorong klien pemasyarakatan kembali produktif dan tidak mengulangi pelanggaran hukum.

Bluri Segera Sertijab, Beralih ke Lapas Narkotika Purwokerto

Di sisi lain, Bluri Wijaksono juga dipastikan akan memasuki babak baru dalam kariernya. Ia telah dilantik sebagai Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Pembina Keamanan Pemasyarakatan Ahli Muda dan ditempatkan di Lapas Narkotika Kelas IIB Purwokerto.

Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan telah dilaksanakan pada Rabu (15/04/2025).

Berdasarkan agenda yang telah ditetapkan, serah terima jabatan Kepala Bapas Purwokerto dijadwalkan berlangsung pada 29 April 2026, dengan pejabat baru yang berasal dari Bapas Bau-Bau, Sulawesi.

Bluri menyatakan siap bersinergi dengan seluruh jajaran di Lapas Narkotika Purwokerto, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan.

“Ini adalah amanah baru yang menuntut tanggung jawab besar. Fokus saya ke depan adalah memastikan aspek keamanan masyarakat berjalan optimal sesuai standar, demi mewujudkan lingkungan lapas yang kondusif dan aman,” kata Bluri.

Penegasan Pesan: Zero Halinar Sebagai Standar, Bukan Sekadar Ikrar

Apel ikrar Zero Halinar di Bapas Purwokerto menjadi penegasan bahwa perang terhadap praktik penyimpangan internal tidak bisa lagi berhenti pada jargon. Dalam konteks pemasyarakatan, integritas aparatur menjadi faktor utama untuk memastikan pembinaan berjalan objektif, profesional, serta terbebas dari ruang kompromi yang kerap membuka celah penyalahgunaan kewenangan.

Dengan ancaman sanksi hingga pemecatan dan pidana, Bapas Purwokerto menempatkan Halinar bukan sekadar program, tetapi standar moral dan disiplin kerja yang wajib dipertahankan.

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.