Banjaranyar Memanas! Massa Kepung Balai Desa, Kades Dituntut Turun

oleh -
oleh
img 20260511 wa0008

NASIONALNEWS.ID BANYUMAS – Gelombang penolakan terhadap Kepala Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas, memuncak. Ratusan warga turun ke jalan menggelar aksi damai disertai orasi keliling (karokae) di depan Balai Desa Karanganyar, Senin (11/5/2026), menuntut Kepala Desa Robi Wibowo segera mengundurkan diri dari jabatannya.

 

Aksi berlangsung ramai dengan iringan pengeras suara dan arak-arakan massa yang membawa spanduk tuntutan. Di tengah kerumunan, warga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kepemimpinan Robi yang dinilai tidak lagi sejalan dengan aspirasi masyarakat desa.

 

Perwakilan warga, Frio Abidin, dalam orasinya menyatakan secara tegas bahwa Robi Wibowo dianggap tidak lagi pantas memimpin.

 

“Kami menolak Robi Wibowo sebagai Kepala Desa Banjaranyar. Mundur! Mundur! Mundur!” teriak Frio di hadapan massa.

 

Teriakan tersebut disambut pekik serupa dari warga yang memenuhi area depan balai desa.

 

Warga Beberkan 14 Poin Tuduhan

 

Dalam aksi tersebut, massa tidak hanya menyampaikan tuntutan mundur, tetapi juga membawa daftar panjang persoalan yang disebut menjadi akar ketidakpercayaan warga terhadap kepemimpinan kepala desa.

 

Warga menyampaikan 14 poin tuduhan, mulai dari dugaan persoalan tata kelola keuangan desa hingga isu-isu sosial yang dinilai merusak moral dan ketenteraman masyarakat.

 

Berikut 14 poin tuntutan dan tuduhan warga:

 

1. Pola kepemimpinan kepala desa dipertanyakan.

 

2. Dugaan ketidaksesuaian Pajak PBB.

 

3. Dugaan pungutan liar saat warga mendaftar program MBG.

 

4. Dana sewa Pasar Malam diduga tidak jelas jumlahnya.

 

5. Dugaan jual beli garapan dan potongan tanah kas desa.

 

6. Tagihan Inspektorat senilai Rp40 juta.

 

7. Pembangunan kolam renang mangkrak tanpa kejelasan anggaran.

 

8. Pembangunan lapangan hanya diobrak-abrik, tak bisa difungsikan.

 

9. Pasar induk tidak berfungsi.

 

10. Hasil sewa parkir dan kios BUMDES tidak jelas.

 

11. Tagihan PDAM membebani warga.

 

12. Dana beras Polsek diduga tidak tepat sasaran.

 

13. Kasus keretakan dua rumah tangga yang disebut warga “menjijikkan”.

 

14. Dugaan “makan uang” sewa MBG, pencurian genteng, kayu bekas Puskesmas, hingga utang pribadi yang tak diselesaikan.

 

Tuduhan tersebut memperlihatkan bahwa protes warga tidak hanya bersifat politis, melainkan sudah mengarah pada persoalan mendasar soal integritas, transparansi, dan etika kepemimpinan di tingkat desa.

 

Desak Bupati Banyumas Turun Tangan

 

Selain meminta Robi Wibowo mundur, warga juga mendesak Bupati Banyumas segera mengambil langkah tegas. Mereka menilai dugaan pelanggaran yang dituduhkan sudah masuk kategori serius karena menyangkut tata kelola pemerintahan desa dan norma sosial masyarakat.

 

Warga menilai kepala desa telah melanggar ketentuan perundang-undangan dan tidak lagi mampu menjadi simbol kepemimpinan yang dipercaya.

 

Audiensi Tertutup, Wartawan Dilarang Masuk

 

Usai aksi orasi, lima perwakilan warga diterima untuk audiensi tertutup di dalam balai desa. Namun proses pertemuan tersebut berlangsung tanpa akses liputan media.

 

Wartawan yang berada di lokasi tidak diperkenankan masuk, sehingga jalannya dialog tidak diketahui secara terbuka oleh publik.

 

Sambil menunggu hasil audiensi, massa yang masih bertahan di luar balai desa diimbau tetap kondusif. Aksi sempat diwarnai hiburan karokae keliling yang terus menyala melalui pengeras suara, namun tetap dalam suasana tegang dan penuh tuntutan.

 

Belum Ada Tanggapan Resmi Kades dan Kecamatan

 

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Banjaranyar Robi Wibowo belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan warga maupun 14 poin tuduhan yang disampaikan dalam aksi.

 

Hal serupa juga terjadi di tingkat pemerintahan atasnya. Pihak Kecamatan Pekuncen belum mengeluarkan pernyataan resmi, sementara audiensi masih berjalan tertutup.

 

Situasi di Desa Banjaranyar kini menjadi sorotan, karena aksi besar-besaran warga menandai pecahnya krisis kepercayaan yang serius terhadap kepemimpinan pemerintahan desa.

 

(Widhiantoro)

No More Posts Available.

No more pages to load.