10 Persen Laka di Jalan Libatkan Angkutan Darat, Kemenhub: Atur Kelelahan Pengemudi

oleh -
img 20260417 wa0186

NASIONALNEWS.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus berupaya meningkatkan keselamatan industri angkutan logistik.

Langkah ini dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Kompetensi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum (Safety Driving) di Politeknik Penerbangan Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada 15-16 April 2026.

Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Ditjen Hubdar Kemenhub, Yusuf Nugroho mengatakan kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah bersama pelaku usaha dalam menjamin keselamatan industri angkutan barang yang dinilai berperan penting dalam perekonomian nasional.

“Industri angkutan barang berperan penting dalam perekonomian, tetapi data dari Korlantas menunjukkan 10% kecelakaan di jalan melibatkan angkutan barang,” katanya.

“Kecelakaan dapat mempengaruhi perekonomian nasional karena korbannya mayoritas berusia produktif, menyebabkan kerusakan materil, dan mempengaruhi pelayanan jasa angkutan.”

Pernyataan ini disampaikannya saat membuka bimtek yang terselenggara atas kerja sama antara Direktorat Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan dengan PT Gaya Makmur Mobil (GMM).

Acaranya diikuti oleh 38 perusahaan angkutan barang, yang terdiri dari 58 pengemudi dan 20 orang perwakilan manajemen perusahaan.

Faktor manusia memberikan kontribusi besar pada penyebab terjadinya kecelakaan.

Jadi, ini perlu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi pengemudi angkutan barang terutama kemampuan defensive pada keadaan darurat.

“Selain kemampuan pengemudi, perlu juga melakukan tata kelola keselamatan yang komprehensif dan terkoordinasi melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum atau SMK-PAU,” tuturnya.

“Jadi selain pengemudi, edukasi pentingnya pelaksanaan SMK-PAU juga diberikan kepada level manajemen perusahaan.”

Para pengemudi yang mengikuti bimtek ini memperoleh sejumlah materi yakni tata cara muat pengangkutan barang di jalan, keterampilan dan pemahaman pre-trip inspection.

Kemudian, bimtek juga diberikan materi untuk klasifikasi dan identifikasi barang yang diangkut, kecakapan dan keterampilan mengemudi, defensive driving, hingga pemahaman peraturan dan regulasi yang berlaku.

“Peran dan dukungan manajemen perusahaan adalah hal yang tidak kalah penting. Harapannya seluruh perusahaan angkutan barang dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur secara konsisten dan disesuaikan  dengan regulasi pemerintah,” ujarnya.

Yusuf Nugroho mengutarakan kegiatan ini diharapkan pihak manajemen perusahaan dapat mengatur jam kerja pengemudi sesuai aturan yang berlaku.

Pengaturan jam kerja bagi pengemudi dinilai sebagai hal yang penting untuk mencegah kelelahan pada pengemudi.

Jadi, ini dapat menekan potensi terjadinya kecelakaan dan fatalitas.

Para peserta bimtek juga melaksanakan sesi praktik safety driving dan sesi wawancara dalam rangka penilaian untuk kompetensi safety driving.

“Saya berharap, dengan diadakannya bimtek safety driving yang berkelanjutan, pelayanan angkutan barang dapat berjalan lebih aman dan efisien,” ujarnya.

“Melalui kegiatan ini, mari kita bekerja sama dan bersinergi mewujudkan pelayanan transportasi angkutan barang yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan. Kami juga berharap kegiatan ini dilakukan konsisten sehingga ke depannya dapat berdampak pada tingkat keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.”

No More Posts Available.

No more pages to load.