NASIONALNEWS.ID BANYUMAS-Suasana tenang di Perumahan Karen Indah 1, Desa Kalikidang, Kecamatan Sokaraja mendadak mencekam pada Selasa pagi (12/5/2026). Seorang warga berinisial SWPA (59) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumah pribadinya dalam kondisi yang memprihatinkan.
Kecurigaan Berawal dari “Hilangnya” Rutinitas
Penemuan ini bermula dari ketajaman insting seorang satpam perumahan bernama Bambang (60) Ia merasa ada yang janggal karena sudah sekitar lima hari lamanya ia tidak melihat SWPA keluar rumah atau sekadar menyapa tetangga.
Merasa ada yang tidak beres, Bambang mengajak tiga orang warga lainnya untuk mengecek keadaan korban di kediamannya yang terletak di Jl. Cemara No. D4.
Pintu Terkunci dan Aroma Tak Sedap
Sesampainya di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, saksi mendapati seluruh pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Karena tak ada jawaban setelah berkali-kali dipanggil, warga akhirnya berinisiatif masuk melalui jendela.
“Begitu berhasil masuk, warga langsung disambut aroma tidak sedap yang menyengat dari arah kamar,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Saat kamar dibuka, korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia (MD) dengan posisi terlentang. Kondisi korban yang sudah mulai mengalami dekomposisi diduga menjadi penyebab aroma menyengat yang tercium hingga ke luar ruangan.
Langkah Petugas dan Penanganan Lanjut
Pihak warga segera melaporkan temuan ini ke Polsek Sokaraja. Tak lama berselang, tim gabungan dari:
-Satpol PP Wilayah Sokaraja
-Pemerintah Kecamatan & Desa
-Babinsa & Bhabinkamtibmas
-Tim Medis Puskesmas Sokaraja 2
Petugas langsung melakukan olah TKP dan berkoordinasi dengan pihak keluarga korban yang tinggal terpisah. Saat ini, jenazah telah ditangani oleh pihak medis Puskesmas Sokaraja 2 untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian, meski dugaan awal korban meninggal karena sakit dan tidak ada yang mengetahui.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk tetap saling menjaga dan peduli terhadap tetangga, terutama mereka yang tinggal seorang diri.
(Widhiantoro)






